BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 Januari, 2009 - Published 10:11 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Dialog gas Eropa dilanjutkan
 
Jalur pipa gas di Slovakia
Slovakia memberlakukan keadaan darurat karena simpanan gas sangat berkurang
Perusahaan gas Rusia, Gazprom, mengatakan pihaknya melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Ukraina untuk berusaha menyelesaikan perseteruan yang menyebabkan pasok gas di Eropa terganggu.

Konflik itu - terkait harga dan kontrak baru - menyebabkan aliran gas dari Rusia ke beberapa negara Eropa melalui Ukraina terputus.

Belum ada rincian tentang pembicaraan semalam antara para pejabat dari perusahaan gas kedua negara tersebut.

Mereka dijadwalkan berada di Brussels di saat Uni Eropa berusaha menengahi krisis ini.

Pertemuan antara pimpinan Gazprom, Alexei Miller dan pimpinan perusahaan gas negara Ukraina, Oleh Dubyna, adalah tanda pertama bahwa perseteruan ini kemungkinan bisa diselesaikan, kata wartawan BBC James Rodgers di Moskow, tempat pertemuan berlangsung.

Jurubicara Gazprom hanya mengatakan kedua pejabat berusaha untuk mencari jalan keluar dari keadaan "kritis" saat ini.

Pasokan terputus

Beberapa negara Uni Eropa tidak mendapatkan gas sama sekali atau aliran gas ke negara-negara mereka sangat berkurang.

Ukraina membantah tuduhan Rusia bahwa negara itu mencuri gas yang dialirkan melalui jalur pipa ekspor yang melintasi Ukraina.

Rusia menghentikan aliran gas ke Ukraina pekan lalu di saat perseteruan tentang tagihan yang belum dibayar memuncak.

Sekitar seperempat pasokan gas Uni Eropa bergantung pada gas dari Rusia, yang 80% dipompakan melalui jalur pipa Ukraina.

Brussels sampai sejauh ini tidak memihak negara mana pun, dan hanya mendesak aliran gas dipulihkan secepatnya, kata wartawan BBC Gabriel Gatehouse dari Kiev, Ukraina.

Saling tuding

Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso menuduh Moskow dan Kiev sama-sama "menyandera" pasokan gas Uni Eropa dan mendesak kedua negara untuk mengalirkan kembali gas secepatnya.

Barroso mengatakan Uni Eropa siap untuk mengirim tim pemantau ke perbatasan Rusia dan Ukraina, untuk memeriksa di mana aliran gas dimatikan.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Grigory Nemyria menyalahkan Rusia atas masalah ini.

Namun Moskow mengatakan Kiev yang bersalah, karena memblokir jalur pipa yang membawa gas di Barat dan juga mencuri gas itu untuk digunakan sendiri.

Rumania, Republik Ceko, Slovakia, Bosnia-Hercegovina, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Hungaria, Macedonia, Serbia dan Austria melaporkan pasokan gas Rusia melalui Ukraina sepenuhnya terhenti.

Italia mengatakan hanya menerima 10% dari pasokan biasa.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy