BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Januari, 2009 - Published 12:36 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Thailand blokir situs 'anti-raja'
 

 
 
PM Abhisit di depan potret Raja Bhumibol
Pemerintahan pimpinan perdana menteri yang baru, PM Abhisit, didukung oleh kalangan sangat pro-monarki
Pemerintah Thailand yang baru memerintahkan berbagai kementrian agar bertindak lebih tegas terhadap orang-orang yang melanggar undang-undang untuk melindungi citra keluarga kerajaan.

Menteri Informasi dan Teknologi Thailand yang baru menyatakan pemerintah sudah memblokir 2.300 situs di internet yang dianggap menghina keluarga kerajaan.

Departemennya sedang meminta izin untuk memblokir 400 situs tambahan.

Pihak berwenang Thailand akhir-akhir ini semakin sensitif terhadap hal-hal yang mereka anggap melecehkan keluarga kerajaan.

Sikap sensitif dalam beberapa tahun terakhir ini sejalan dengan Raja Bhumibol Adulyadej yang semakin uzur dan mendekati akhir dari masa bertakhtanya yang sudah berlangsung selama 62 tahun.

Kementrian Informasi dan Teknologi mengatakan telah mendirikan "ruang perang" yang selalu waspada untuk memerangi situs-situs berisi pandangan kritis terhadap keluarga kerajaan.

Panglima militer juga sudah memerintahkan unit-unit militer agar lebih waspada dalam melacak berbagai kegiatan anti kerajaan.

Internet menjadi sasaran

Jumlah situs-situs internet yang dijadikan sasaran oleh kementrian informasi meningkat tajam, dari sekitar 1.200 situs empat bulan lalu menjadi 2.300, dan kementrian itu ingin memblokir 400 situs lagi.

Pemerintah saat ini, yang menggantikan pemerintahan pimpinan sekutu mantan perdana menteri yang digulingkan, Thaksin Shinawatra bulan lalu, memiliki jauh lebih banyak pendukung royalis yang sangat pro-monarki.

Mereka mengatakan, citra monarki tidak pernah seterancam ini walaupun masyarakat negara itu sangat menghormati Raja Bhumibol yang berusia 81 tahun itu.

Tentu saja ada juga gosip-gosip di internet mengenai beberapa anggota tertentu keluarga kerajaan.

Dalam upaya untuk mencegah informasi seperti itu dibaca di Thailand, para pejabat yang terlalu berhati-hati juga memblokir situs-situs yang secara teknis tidak melanggar undang-undang anti penghinaan terhadap raja.

Situs-situs itu diblokir hanya karena menyebutkan pasal-pasal yang melarang kecaman terhadap keluarga kerajaan.

Dan tidak ada upaya sensor di internet yang tampaknya bisa mencegah diskusi yang semakin banyak, namun secara diam-diam, dikalangan warga Thailand biasa mengenai keluarga kerajaan, yang terkadang sangat terus terang.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy