|
Utusan Eropa ke Gaza
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Upaya diplomatik yang intensif sedang berlangsung untuk menghasilkan gencatan senjata di Gaza sementara serangan Israel terhadal
Hamas memasuki hari ke-10.
Misi yang terpisah ke Timur Tengah dipimpin Presien Perancis dan tim pejabat tinggi dari Uni Eropa. Tentara Israel masuk lebih dalam ke Gaza dengan laporan dari sumber-sumber Palestina bahwa tank-tank Israel bergerak menuju ke Khan Younis di selatan. Palestina menyatakan dua orang dewasa dan lima anak-anak tewas kemarin malam. Mereka menyebutkan lebih dari 500 orang tewas sejauh ini. Para pejabat Hamas mengatakan, 10 pejuangnya tewas dalam menghadapi serangan itu sedangkan militer Israel melaporkan seorang tentaranya tewas dan 34 lainnya cedera. Israel mengatakan akan mengijinkan bantuan lebih banyak ke Gaza dengan 80 truk berisi makanan dan obat-obatan. Palestina menyatakan terjadinya bentrokan di timur dekat perbatasan Israel. Sebelumnya pasukan Israel mengambil posisi di utara dekat Gaza City. Militer Israel menyatakan melancarkan 30 kali serangan udara tadi malam. Sasarannya termasuk sebuah mesjid dan rumah-rumah para pemimpin Hamas. Diplomasi intensif Presiden Perancis Nicolas Sarkozy akan berkeliling di Timur Tengah, berkunjung ke ibu kota Mesir, Cairo serta Yerusalem, Ramallah di Tepi Barat dan Damaskud, ibu kota Suriah.
Dalam perkembangan terpisah, pejabat Hamas mengatakan, satu delegasi akan bertolak ke Mesir untuk mengikuti perundingan. Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner adalah bagian dari delegasi terpisah Uni Eropa yang telah berada di Cairo. Delegasi Eropa ini dipimpin Menteri Luar Negeri Ceko, Karel Schwartzenberg, Di dalam delegasi ini ikut juga kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Javier Solana. Setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Abul Gheit, Gheit mengatakan resolusi Dewan Keamanan PBB sangat diperlukan. Komisaris Uni Eropa bidang luar negeri Benita Ferrero-Waldner mengatakan, penting mengirimkan makanan dan obat-obatan ke Gaza untuk menjamin rumah sakit bisa berfungsi. Utusan khusus Presiden Rusia Alexander Saltanov, bertemu Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni hari Minggu namun tidak dapat membujuk dia menerima Moskow sebagai mediator dengan Hamas. Wartawan BBC Jonathan Marcus menyatakan, kegiatan diplomatikl ini kemungkinan tidak memberikan hasil yang cepat. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||