|
Australia terima tahanan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Australia mengatakan akan mempertimbangkan permintaan Amerika Serikat untuk menerima tahanan dari Teluk Guantanamo.
Wakil Perdana Menteri Julia Gillard, mengatakan pemerintahnya sudah didekati soal tersebut. Hal ini akan membantu Presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama, untuk menutup kamp tersebut setelah dia berkuasa. Gillard mengatakan Australia yang akan menerapkan kajian keamanan yang ketat sebelum menerima tahanan dari Guantanamo. Sebelumnya, Inggris bersama dengan Portugal mendesak negara Eropa lain untuk menerima tahanan dari Teluk Guantanamo. Walau Inggris tidak secara langsung menawarkan suaka, namun mengatakan menerima kenyataan bahwa Amerika Serikat memerlukan bantuan guna menutup fasilitas tersebut. Namun Departemen Luar Negeri Inggris mengatakann mereka "tidak mendesak" agar para tahanan Guantanamo itu dipindahkan ke Inggris. Australia mempertimbangkan "Bagi siapapun yang akan diterima Australia, mereka harus melewati persyaratan hukum yang ketat dan juga proses penilaian yang ketat," kata Gillard dalam sebuah pernyataan. Kantor Gillard mengatakan mereka tidak akan menentukan siapa yang akan diterima dan dalam kondisi seperti apa. Wartawan BBC Phil Mercer mengatakan media massa Australia mengatakan kemungkinan tahanan yang diterima kemungkinan jumlahnya kecil. Politisi oposisi mengatakan rencana tersebut "tidak bisa diterima."
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat minggu lalu meminta kepada sekitar 100 negara untuk menerima para tahanan, sehingga kamp di Teluk Guantanamo ini akan ditutup dalam masa dua tahun. Sekitar 255 orang sekarang ini ditahan di sana, termasuk 60 orang yang hendak dibebaskan oleh Amerika Serikat namun tidak bisa dipulangkan ke negara mereka karena dikhawatirkan mereka akan disiksa di negara asal mereka. Australia adalah sekutu dekat Amerika Serikat, dan meskipun tidak mengirimkan pasukan tempur ke Irak, namun Canberra mengirimkan pasukan ke Afghanistan. David Hicks, warga Australia, adalah tahanan pertama di Teluk Guantanamo yang dinyatakan bersalah mendukung terorisme. Dia diijinkan kembali ke Australia bulan Mei 2007 setelah mengaku bersalah. Seorang warga Australia lainnya, Mamdouh Habib, dibebaskan dari tahanan militer Amerika Serikat ini di tahun 2005 tanpa dikenai tuduhan apapun. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||