http://www.bbc.com/indonesian/

11 Desember, 2008 - Published 15:21 GMT

Ledakan di Kurdi tewaskan 47

Orang yang diduga pelaku serangan bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 47 orang dalam jamuan makan di Kirkuk, Irak utara, kata polisi.

Sekitar 102 orang terluka dalam ledakan di restoran etnis Kurdi, yang berlokasi sekitar 5km di utara kota Kirkuk, kata polisi kepada BBC.

Motif serangan itu tidak jelas, tapi Kirkuk adalah kawasan yang warganya terdiri dari etnis Kurdi, Arab dan Turkmen.

Ledakan terjadi sementara warga muslim di sana masih menikmati libur Idul Adha.

Beberapa keluarga tentang makan siang di restoran Abdullah, yang berlokasi di tepi jalan utama ke Irbil saat ledakan terjadi.

Seorang pelaku bom bunuh diri memicu sabuk bahan peledaknya di tengah restoran, kata para pejabat dan setidak seorang saksi mengatakan, kendati pejabat kementerian dalam negeri dikutip menyatakan bom mobil menjadi penyebab ledakan.

Juga ada laporan yang belum dikukuhkan bahwa beberapa pejabat Kurdi berada di restoran untuk bersantap malam dengan para pemuka kesukuan Arab saat insiden terjadi.

Cabang jaringan restoran yang sama di Kirkuk juga terkena ledakan bom mobil tahun lalu, dengan jumlah korban 25 orang.

Keluarga berduka

Korban cedera dalam serangan hari Kamis dibawa ke rumah sakit utama Kirkuk, dengan 30 di antaranya dalam kondisi serius, lapor kantor berita AFP.

Di luar kamar rawat darurat, seorang bocah usia lima tahun menangis dan menyatakan dia kehilang kedua orang tuanya.

Rezkar Mahmoud, wargu Kurdi usia 24 tahun, yang terluka di kaki akibat ledakan, menuturkan, dia sedang bersantap siap dengan ayah, istri dan anak-anaknya.

"Restoran penuh ketika bom meledak," kata dia. "Ledakan membuat kaca berterbangan dan menghancurkan dinding."

Wakil ketua Dewan Provinsi Kirkuk, Rebwar Talabani, mengatakan, restoran itu populer di kalangan politisi.

Meski insiden kekerasan di Irak secara keseluruhan merosot tajam tahun ini, kawasan di sekitar kota-kota di utara Kirkuk dan Mosul masih berbahaya, lapor wartawan BBC Humphrey Hawksley dari Baghdad.

Mosul telah menjadi basis gerilyawan perlawanan yang terilhami oleh al-Qaida, setelah mereka terdepak dari banyak bagian lain Irak, kata wartawan kami.

Dan, ketegangan begitu tinggi di Kirkuk sehingga pemilihan daerah yang direncanakan untuk sebagian besar Irak tahun depan tidak akan digelar di kota tersebut, tambah dia.

Kirkuk yang kaya akan minyak menjadi sengketa antara warga Arab, Kurdi, dan etnis Turkmen Irak.

Warga Kurdi Irak yakin mereka semestinya memegang kendali kekuasaan atas kota, yang memiliki mayoritas penduduk warga Kurdi, tapi berada di luar kantung wilayah semiotonomi di Irak utara.

Namun, warga etnis Arab dan Turkmen menyatakan Kirkuk harus di bawah kendali pemerintah pusat Irak.