01 Desember, 2008 - Published 15:22 GMT
Pemerintah Cina mulai hari ini mencabut kontrol harga makanan yang dberlakukan sejak Januari lalu untuk mengendalikan inflasi.
Wartawan BBC di Shanghai, Chris Hogg, melaporkan dari Shanghai bahwa kontrol harga yang ketat terhadap beras, gandum, minyak goreng, daging, susu, dan telur diberlakukan awal tahun ini karena inflasi yang melambung tinggi ketika itu.
Keputusan untuk mencabut kontrol harga dilakukan karena inflasi turun drastis dari angka tertinggi 23 persen pada bulan Februari lalu, menjadi delapan setengah persen pada bulan Oktober.
Keputusan ini semakin menunjukkan perubahan dari kebijakan yang mengutamakan pengendalian inflasi menjadi kebijakan untuk mendorong pertumbuhan.
Perubahan ini tentu mengandung resiko.
Bagi banyak warga berpenghasilan rendah, harga makanan masih terasa jauh lebih tinggi dari dua tahun lalu.
Para pedagang juga tidak perlu lagi meminta izin untuk menaikkan harga.
Kalau langkah ini membuat harga sejumlah komoditas naik, orang akan marah, tetapi langkah ini mestinya juga akan membuat keuntunngan produsen naik.
Ini bisa menaikkan pendapatan pekerja di daerah pedesaan dan membuat banyak usaha kecil dan menengah yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi makanan, semakin kuat kondisi keuangannya.