|
Pidato PM Thai pindah tempat
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perdana Menteri Thailand yang baru Abhisit Vejjajiva telah melakukan pidato pertama setelah para pengunjuk rasa memaksanya
memindahkan lokasi pidato.
Setelah gedung parlemen diblokade untuk hari kedua, Abhisit mengumpulkan anggota parlemen dalam jumlah yang memenuhi quorum di gedung departemen luar negeri. Pidatonya menggarisbawahi "langkah segera" untuk "merangsang ekonomi". Para pengunjuk rasa yang setia kepada mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra berkumpul di depan pagar parlemen untuk melakukan aksi protes. Berdasarkan Undang-Undang Dasar Thailand, pemerintah baru negara itu baru bisa bekerja secara resmi setelah menyampaikan pernyataan kebijakan di hadapan anggota DPR dan Senat. Para menteri mengatakan sidang itu tidak perlu dilakukan di gedung parlemen, sehingga anggota parlemen pun segera pindah ke gedung departemen luar negeri yang berdekatan. Abhisit berjanji akan menjadi tokoh yang memperbaiki keadaan agar tercipta rekonsiliasi antara kubu politik yang saling bermusuhan dan ini menjadi agenda utamanya. Dia berharap bisa menjawab para pengkritik dengan kebijakan yang akan berdampak langsung pada iklim ekonomi Thailand yang semakin melesu. Dia juga mengumumkan paket pembelanjaan pemerintah bernilai $8,8 miliar - sebagian besar menurutnya akan ditujukan pada wilayah
pedesaan miskin di utara dan timur lait Thailand, tempat pendukung pemerintah dan mantan perdana menteri Thaksin masih kuat. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||