|
Belasan pemain bola minta suaka
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sedikitnya 15 pemain yang ikut serta dalam piala dunia sepakbola bagi tuna wisma, meminta visa untuk menetap di Australia.
Turnamen di Melbourne, yang berlangsung selama seminggu itu, diikuti oleh tim dari 56 negara dan berakhir hari Minggu. Dari Sydney, wartawan BBC Nick Bryant melaporkan, event olahraga ini diikuti oleh 400 pemain dari 56 negara. Piala dunia sepakbola bagi tuna wisma diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran dunia tentang orang-orang yang tinggal di jalan. Tetapi meski turnamen itu berakhir hari Minggu, tampaknya beberapa peserta tidak ingin pulang ke negara mereka dan berharap bisa menetap di Australia. Media setempat di Melbourne melaporkan bahwa setidaknya 15 orang sudah meminta suaka. Mereka termasuk pemain-pemain dari Afghanistan, negara yang memenangkan turnamen itu, dan Zimbabwe. Departemen Imigrasi mengukuhkan bahwa 15 orang memang meminta perpanjangan visa, namun juru bicara departemen tersebut tidak mengatakan apakah permintaan suaka diajukan. Setelah turnamen tahun lalu di Copenhagen, pemerintah Denmark melaporkan 23 pemain tidak kembali ke negara mereka sebelum masa berlaku visa habis. Dan ini bukan kali pertama Melbourne menghadapi masalah seperti ini. Setelah kota itu menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Negara Negara Persemakmuran pada tahun 2006, 14 atlit dari Sierra Leone akhirnya diberi visa untuk menetap di Australia. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||