BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 01 Desember, 2008 - Published 10:23 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pesawat tinggalkan Bangkok
 
Puluhan ribu penumpang masih terlantar di Thailand
Puluhan ribu penumpang masih terlantar di Thailand
Sekitar 40 pesawat tanpa penumpang diperbolehkan meninggalkan bandara utama Bangkok, setelah tercapai kesepakatan dengan pengunjuk rasa.

Ribuan penumpang terlantar di kota tersebut, sejak kelompok pengunjuk rasa anti pemerintah menguasai dua bandara minggu lalu.

Kesepakatan yang dicapai oleh pihak berwenang mengijinkan 88 pesawat diterbangkan ke bandara Thailand lainnya, dimana diharapkan mereka bisa mengevakuasi para turis yang hendak pulang ke negara masing-masing.

Krisis yang mempengaruhi perekonomian negeri itu semakin meningkat.

Ratusan pengunjuk rasa anti pemerintah terus melakukan blokade bandara Svarnabhumi dan Don Muang, sehingga tidak bisa digunakan untuk penerbangan komersial.

Sementara itu, pemimpin protes Chamlong Srimuang, mengatakan tempat protes mereka di sekitar gedung kantor perdana menteri di kota Bangkok akan ditutup, sehingga mereka akan lebih memperkuat pendudukan di bandara.

Dia mengatakan sekarang ini tidak aman untuk bertahan di Government House menyusul lemparan granat ke arah pengunjuk rasa hari Minggu.

Wakil Perdana Menteri Thailand bidang ekonomi dilaporkan mengadakan pertemuan dengan berbagai pengusaha di bidang perdagangan, industri dan pariwisata untuk mendiskusikan dampak ekonomi dari krisis ini.

Menurut wartawan BBC Jonathan Head di Bangkok, di saat jumlah turis asing yang terlantar semakin meningkat, kedutaan asing di sana semakin frustrasi harus mengurusi mereka.

Maskapai asing

"Sekitar 37 pesawat meninggalkan bandara Svarnabhumi, sejak pesawat pertama Siam GA meninggalkan bandara hari Minggu malam." kata seorang juru bicara Otoritas Bandara Thailand.

"Maskapai penerbangan asing harus menghubungi kamu untuk membawa pesawat mereka keluar dari Svarnabhumi."

Dua belas pesawat milik maskapai asing sebelumnya tidak bisa terbang dari Svarnabhumi, dengan 29 lainnya milik Thai Airways, 16 milik Thai Airasia, 15 dari Bangkok Airways, dan 22 pesawat dari maskapai lain.

Sekarang berbagai maskapai asing ini mengalihkan penerbangan mereka dari bandara regional seperti Chiang Mai dan Phuket.

Chiang Mai, yang terletak di Utara, berjarak 700 km lewat darat dari Bangkok, sementara opsi lain Phuket, sebuah kawasan wisata di Selatan jaraknya 850 km.

Menurut kantor berita AFP, Perancis akan mengirimkan pesawat khusus untuk mengangkut penumpang dari negara itu, dengan prioritas diberikan kepada yang "sangat-sangat memerlukan sekarang."

Air France-KLM sudah mengatakan akan terbang dari Phuket.

Beberapa maskapain menggunakan bandara di pangkalan angkatan laut, U-Tapao sekitar 140 kilometer arah tenggara Bangkok.

Hari Minggu, sekitar 450 warga muslim yang hendak menunaikan haji terlantar di bandara tersebut, sebelum kemudian dipindahkan ke bandara lain guna diterbangkan ke Arab Saudi.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy