http://www.bbc.com/indonesian/

22 November, 2008 - Published 09:51 GMT

Rashid Rauf dilaporkan tewas

Seorang militan warga Inggris yang dicari-cari sehubungan dengan rencana peledakan bom cair dalam penerbangan transatlantik terbunuh di Pakistan.

Media-media Pakistan mengatakan Rashid Rauf --yang lahir di Birmingham, Inggris-- tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di Waziristan Utara, yang merupakan tempat perlindungan militan dan Taliban.

Rauf, yang menjadi buron setelah berhasil melarikan diri dari sebuah penjara di Pakistan, diduga membantu kelompok radikal Islam dalam merencanakan serangan-serangannya.

Rashid Rauf ditangkap di Pakistan tanggal 9 Agustus 2006 atas permintaan pihak berwenang Amerika yang kuatir dia akan melarikan diri untuk bersembunyi ke kawasan pedalaman Barat Laut Pakistan.

Dakwaan terorisme atas warga Inggris itu akhirnya dicabut namun dia tetap ditahan di Pakistan sebagai tindakan berjaga-jaga.

Akan tetapi Rauf berhasil lari dari penjagaan polisi pada Bulan Desember ketika sedang dalam perjalanan menuju sidang pengadilan ekstradisinya.

Mengganggu penerbangan
Bukti bom cair
Bukti-bukti dalam sidang di Inggris tentang rencana bom cair

Tiga orang dinyatakan bersalah dalam pengadilan di Inggris pada Bulan September dengan dakwaan konspirasi pembunuhan berkaitan dengan upaya bom cair.

Berita tentang bom cair itu sempat melumpuhkan penerbangan dunia dan mendorong otorita penerbangan menerapkan sistem keamanan yang ketat di bandar seluruh dunia.

Hingga kini beberapa bandara masih memperlakukan pembatasan dalam membawa cairan ke dalam pesawat.

Ratusan penerbangan tertunda di sejumlah bandara dunia, khususnya di bandara utama Inggris dan Amerika Serikat, karena kekuatiran para militan akan menggunakan ramuan cair sebagai bahan peledak.

Beberapa stasiun TV Pakistan melaporkan Rauf merupakan salah satu dari 5 orang yang tewas akibat serangan udara yang diyakini dilancarkan Amerika Serikat.

Namun BBC sejauh ini belum bisa mengukuhkan laporan-laporan tersebut.

Perdamaian sementara
Pakistan
Waziristan Utara menjadi tempat perlindungan militan dan Taliban

Kelompok militan menggunakan kawasan pemukiman suku di perbatasan Pakistan dan Afghanistan sebagai tempat perlindungan untuk pelatihan maupun untuk mendapatkan pasokan.

Amerika Serikat berulang kali menggunakan pesawat tak berawak untuk menyerang militan di kawasan tersebut, yang menimbulkan kegelisahan di kalangan pemimpin Pakistan.

Hari Kamis, pemerintah Islamabad memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk Paksitan guna menyampaikan protes setelah serangan udara Amerika jatuh di kawasan Pakistan dan menewaskan 5 orang.

Pakistan berpendapt serangan rudal itu melanggar kedaulatan mereka. Biasanya serangan rudal Amerika dilakukan di kawasan perbatasan, yang dikuasai kelompok militan Islam dan Taliban.

Serangan-serangan itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi pemimpin Pakistan yang menjalin kesepakatan sementara waktu untuk tidak saling menyerang dengan beberapa kelompok militan di sana.

Namun serangan Hari Kamis jatuh di kawasan Bannu, yang terletak jauh di dalam teritori Pakistan yang dikendalikan sepenuhnya oleh Islamabad, sehingga mendorong Pakistan untuk langsung menyampaikan protes.

Amerika mengatakan kawasan perbatasan Pakistan-Afghanistan sering digunakan dalam menyerang pasukan koalisi pimpinan Amerika di Afghanistan.