http://www.bbc.com/indonesian/

20 November, 2008 - Published 13:21 GMT

Balon propaganda ke Korea Utara

Para pegiat Koera Selatan telah mengirim selebaran propaganda ke Korea Utara dan mengabaikan ancaman dari Korea Utara bahwa hal itu bisa merusak hubungan kedua negara.

Mereka menerbangkan 10 balon helium raksasa, dan masing-masing balon berisi 10.000 selebaran yang mengkritik kepemimpinan Kim Jong-il.

Pekan lalu Pyongyang mengatakan akan menutup perbatasannya dengan Korea Selatan jika aksi itu tetap diteruskan.

Dan pemerintah Seoul sudah meminta para pegiat untuk menghentikan aksi tersebut namun mengatakan undang-undang kebebasan berbicara membuat mereka tidak bisa melarangnya.

Korea Utara menyebut kampanye lewat selebaran sebagai perang psikologis dan bisa memprovokasi konfrontasi militer.

Seruan melawan Kim

 Hari-hari terakhir pemimpin agung kalian itu sudah semakin dekat. Diktator itu ambruk karena sakitnya
 
Isi salah satu selebaran

Setiap kantung yang membawa selebaran dilengkapi dengan mekanisme pengatur yang membuka kantung dengan rentang waktu tertentu sehingga bisa menyebar dalam kawasan yang luas dengan bantuan angin.

"Rekanku di Korea Utara! Jangan hanya duduk dan mati kelaparan tapi berjuanglah melawan Kim Jong-il," begitulah salah satu isi dari selebaran yang dibuat kelompok pegiat yang dulu menyeberang dari Korea Utara.

Selebaran itu juga menyebutkan Kim memiliki 9 istri maupun selir serta menuduhnya hidup dalam kemewahan semenara jutaan warga Korea Utara terancam kelaparan.

Selebaran lain menyerukan penggulingan Kim dan mengulang kembali dugaan pemimpin itu menderita stroke, yang merupakan hal tabu untuk dibicarakan di depan umum di Korea Utara.

"Hari-hari terakhir pemimpin agung kalian itu sudah semakin dekat. Diktator itu ambruk karena sakitnya," tulis selebaran lainnya.

Propaganda lintas batas
Korea Selatan
Seoul sudah meminta agar pengiriman selebaran dihentikan

Serbuan balon raksasa itu --yang masing-masing memiliki panjang 10 meter dengan diameter sampai 1 meter-- meningkatkan tekanan dalam hubungan kedua negara.

Pekan lalu, Korea Utara mengancam akan menutup perbatasan darat kedua negara mulai tanggal 1 Desember karena pemerintah Korea Selatan menolak untuk memberangus kegiatan konfrontasi, termasuk penyebaran selebaran.

Koera Utara juga menuduh Selatan melanggar kesepakatan Tahun 2004 untuk mengakhiri perang proganda lintas batas.

Seoul sendiri sudah meminta agar warganya menghentikan aksi propaganda ke negara tetangga, namun tak bisa memaksanya.

Kedua Koera secara tehnis masih dalam keadaan perang karena konflik militer keduanya pada Tanun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, jadi bukan dengan traktat perdamaian.