BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 November, 2008 - Published 09:37 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Thailand semakin tegang
 
Bandar udara Bangkok diduduki sejak hari Selasa lalu
Bandar udara Bangkok diduduki sejak hari Selasa lalu
Ketegangan semakin meningkat di Bangkok di saat ribuan pengunjuk rasa terus menduduki dua bandara di kota tersebut untuk hari keenam.

Polisi mengatakan mereka sedang berunding dengan sebuah kelompok, di saat pihak berwenang memperingatkan kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh blokade tersebut.

Sekitar 100 ribu penumpang masih terlantar di ibukota Thailand ini, dengan beberapa negara sudah mengirim pesawat untuk mengangkut warga mereka.

Para pengunjuk rasa menginginkan pemerintah mengundurkan diri, menuduhnya sebagai korup dan bersikap bermusuhan terhadap keluarga kerajaan.

Kekhawatiran akan adanya kekerasan antara pendukung dan mereka yang anti pemerintah semakin kuat, setelah terjadinya serangan granat di Bangkok.

Serangan Sabtu malam terhadap para pengunjuk rasa yang menduduki gedung pemerintah sejak bulan Agustus melukai 50 orang, tiga diantaranya luka serius.

Menurut wartawan BBC Jonathan Head di Bangkok ini diperkirakan merupakan tindakan balasan terhadap pendudukan bandar udara.

Kelompok pro-pemerintah dilaporkan berencana melakukan pawai hari Minggu.

Hindari konfrontasi

Para pengunjuk rasa dari Aliansi Rakyat bagi Demokrasi (PAD), sebuah kelompok yang terdiri dari pendukung kerajaan, pengusaha dan golongan kelas menengah - sudah menduduki bandar udara Svarnabhumi, dan Don Muang, hampir selama sepekan.

Perdana Menteri Somchai Wongsawat telah memerintahkan polisi untuk membubarkan mereka, namun polisi mengatakan mereka tidak akan menggunakan kekerasan.

"Kami sedang dalam proses perundingan. Kami ingin menghindari konfrontasi kekerasan. Kami tidak akan menggunakan senjata," kata juru bicara kepolisian, Pongsapat Pongcharoen.

Penumpang terlantar

Sekitar 100 ribu penumpang diperkirakan terlantar karena penutupan bandar udara tersebut.

Beberapa penumpang telah berusaha mendatangi beberapa bandara lebih kecil untuk bisa terbang, namun berbagai bandara itu kewalahan menampung.

Pemerintah Spanyol mengatakan hari Sabtu mereka mengirim tiga pesawat untuk mengevakuasi warga mereka.

Menurut laporan televisi ABC, pesawat Australia Qantas juga menyediakan pesawat khusus yang terbang dari kota wisata Phuket.

Penutupan itu berpengaruh besar terhadap industri pariwisata Thailand, dengan kerugian jutaan dolar pendapatan.

Federasi Industri Thailand memperkirakan blokade ini menyebabkan kerugian 85 juta dolar setiap harinya.

Penutupan itu juga akan berdampak panjang nantinya. Waki Perdana Menteri Olarn Chaipravat mengatakan jumlah turis asing yang akan datang tahun depan akan turun sampai separuhnya, menyebabkan hilangnya sekitar 1 juta lapangan kerja.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy