BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 November, 2008 - Published 10:16 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Mendagri India ajukan mundur
 
Masih belum jelas apakah pengunduran diri Patil diterima
Masih belum jelas apakah pengunduran diri Patil diterima
Menteri Dalam Negeri India Shivraj Patil telah mengajukan pengunduran diri, sebagai tanggung jawab moral atas serangan teroris di Mumbai.

Langkah ini muncul di tengah tekanan terhadap pemerintah India untuk menjelaskan mengapa mereka tidak berhasil mencegah serangan yang sekarang menewaskan hampir 200 orang tersebut.

Masih belum ada kejelasan apakah pengunduran diri Patil ini diterima.

Serangan yang baru bisa diatasi setelah tiga itu juga meningkatkan ketegangan hubungan antara India dan Pakistan, setelah adanya tuduhan bahwa teroris berasal dari Pakistan.

Islamabad membantah terlibat.

Menurut wartawan BBC Sanjoy Majumder di Delhi, Patil menulis surat pengunduran diri ke Perdana Menteri India Manmohan Singh sebagai tanggung jawab atas serangan tersebut.

Diperkirakan akan lebih banyak lagi pengunduran diri.

Langkah itu muncul menjelang pertemuan semua partai hari Minggu malam, yang akan membicarakan langkah-langkah anti teror baru di India, termasuk UU anti teror baru, dan kemungkinan pembentukan badan anti teror baru.

Angka resmi korban sekarang adalah 183 orang tewas

Sebelumnya, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menawarkan kerjasama penuh dengan India, dan membantah pemerintahannya terlibat dalam serangan mematikan itu.

Tentara India menewaskan pria bersenjata terakhir di Hotel Taj Mahal Palace hari Sabtu.

Sedikitnya 10 militan terlibat dalam serangan terhadap beberapa lokasi di kota Mumbai tersebut, termasuk dua hotel, sebuah stasiun kereta api, rumah sakit dan pusat Yahudi.

Dengan sebagian besar korban adalah warga India, sedikitnya 22 warga asing sejauh ini diketahui menjadi korban.

Mereka berasal dari Israel, Jerman, Jepang, Kanada, Australia, Italia, Singapura, Thailand, Perancis dan Inggris.

Beberapa pria bersenjata ini mendarat menggunakan perahu karet di malam ketika serangan dimulai, sementara yang lain dilaporkan telah berada di kota tersebut selama berbulan-bulan mengumpulkan informasi.

Departemen Dalam Negeri India mengatakan korban resmi di Mumbai adalah 183 orang tewas, sementara pernyataan sebelumnya mengatakan sedikitnya 195 orang tewas, dan 295 orang terluka.

'9/11 bagi India'

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan ketegangan hubungan antara India saat ini sangat serius, namun dia berharap krisis ini bisa diatasi.

Berbicara kepada wartawan, setelah pertemuan darurat kabinet di Islamabad, Qureshi memberikan pernyataan berikut.

"Kita tidak usah pura-pura bodoh, ini adalah situasi serius ketika rakyat India merasa ini adalah tragedi 9/11 bagi mereka." kata Qureshi.

"Sebagai pemerintah yang bertanggung jawab, kami tidak boleh meremehkan situasi ini," tambahnya.

Dia menjanjikan bahwa pejabat intelejen mereka akan bekerjasama penuh dengan penyidik India, namun menambahkan bawha kepala dinas intelejen mereka tidak akan ke India, seperti yang dilaporkan sebelumnya, yang disebutnya sebagai "miskomunikasi."

Menurut wartawan BBC Barbara Plett di Islamabad, seorang pejabat keamanan senior mengatakan mereka sudah menerima bukti-bukti awal dari India.

Namun dia memperingatkan bahwa bila India mulai menggerakkan pasukannya, maka Pakistan akan melakukan hal yang sama, walau itu berarti menarik pasukan yang sekarang ditempatkan di perbatasan dengan Afghanistan, guna memerangi militan Islam.

Dia mengatakan 48 jam mendatang merupakan masa kritis untuk melihat bagaimana ketegangan antar kedua negara akan meningkat.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy