BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 26 November, 2008 - Published 20:39 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Tentara hadapi penyerang
 
Tentara India
Penembak jitu India memanjat penyangga bangunan di depan Hotel Taj Mahal Palace
Pasukan India baku tembak dengan orang-orang bersenjata yang menyekap puluhan sandera di dua hotel mewah di Mumbai.

Tentara mengepung hotel itu tidak lama setelah orang-orang bersenjata melancarkan serangan serentak di kota itu, menewaskan 101 orang dan melukai 287 orang.

Hotel itu terletak di beberapa lokasi di kawasan turis dan bisnis yang diserang Rabu malam.

Polisi menyatakan, empat tersangka teroris tewas dan sembilan orang ditangkap.

Situasi masih rawan di dua tempat yang menjadi sasaran serangan - Hotel Taj Mahal Palace dan Oberoi Trident dimana pria bersenjata diyakini menahan 40 sandera.

Terdapat laporan-laporan terjadinya baku tembak antara aparat keamanan dengan para penyerang yang bersembunyi di kedua hotel.

Wartawan mengatakan, aparat keamanan sejauh ini tidak menyerbu kedua hotel karena mungkin khawatir membahayakan nyawa para sandera, sebagian dari mereka kemungkinan orang Barat.

Saksi mata mengungkapkan, para penyerang mengincar pemegang paspor Inggris dan Amerika untuk tetap berada di hotel.

Jika laporan itu benar, kata wartawan bidang keamanan Frank Gardner, dapat menandakan adanya serangan bermotifkan Islam atau terkoordinasi oleh Al Qaeda.

Membabi buta

Pada hari Rabu, orang-orang bersenjata melepaskan tembakan paling sedikit di tujuh lokasi, termasuk stasiun kereta api, dua hotel berbintang lima, satu rumah sakit, dan satu restoran yang populer di kalangan turis.

Setidaknya dua ledakan, yang dicurigai sebagai serangan granat, dilaporkan berlangsung bersamaan dengan rangkaian penembakan.

Polisi mengatakan orang-orang bersenjata itu menembak secara membabi buta.

Paling tidak 10 orang terbunuh di stasiun kereta Chhartrapati Shivaji, kata mereka.

Hotel Taj Mahal
Asap mengepul dari salah satu hotel yang diserang orang-orang bersenjata di Mumbai.

"Para teroris menggunakan senjata otomastis dan di beberapa tempat granat dilemparkan," kata AN Roy, komisaris polisi negara bagian Maharashtra.

Sejumlah orang bersenjata masih bertahan di gedung-gedung yang dijadikan sasaran, kata para pejabat.

Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC dia melihat seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di lobi hotel Taj Mahal di Mumbai.

Ia mengatakan, dia melihat orang berjatuhan sebelum dia meninggalkan hotel itu.

"Yang saya saksikan adalah seorang pria berjalan kaki membawa senjata jenis senapan mesin. Kemudian saya lihat dia menembak dengan senjata itu, dan saya lihat orang-orang tersungkur di lantai, di sebelah saya," kata saksi mata itu.

Orang-orang besenjata itu dilaporkan menyandera orang-orang Barat di Taj Mahal.

Hotel lainnya yang diseranga adalah Oberoi.

Seorang saksi mata mengatakan kepada televisi setempat bahwa orang-orang bersenjata itu mencari orang yang berpaspor Inggris atau Amerika Serikat.

Serangkaian serangan di Mumbai pada bulan Juli 2006 menewaskan hampir 190 orang dan lebih 700 luka-luka.

Peta Mumbai
 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy