BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 21 November, 2008 - Published 09:39 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Korban gempa Sichuan 19.000
 
Seorang warga meratapi pelajar korban gempa
Seorang warga meratapi pelajar korban gempa
Aparat Cina menyatakan, lebih dari 19.065 orang tewas dalam gempa bumi dahsyat di Sichuan bulan Mei, tapi membantah semua korban adalah pelajar.

Namun, para pejabat membantah laporan-laporan sebelumnya bahwa angka itu hanya tertuju ke mereka yang meninggal di sekolah.

Wakil Gubernu Sichuan, Wei Hong, yang dikutip kantor berita Xinhua, belum ada angka final untuk pelajar yang menjadi korban.

Gempa berkekuatan 8.0 itu menyebabkan sekitar 88.000 tewas atau hilang.

Banyak orang terkubur di puing-puing bangunan ketika banyak gedung sekolah ambruk, sedangkan gedung-gedung lain tetap berdiri. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang kualitas pengerjaan konstruksi gedung sekolah.

Beberapa orang tua yang kehilangan anak mereka menyerukan investigasi untuk mengetahui apakah bangunan sekolah dibangun secara serampangan.

Namun, laporan-laporan sebelumnya bahwa 19.000 orang yang diidentifikasi meninggal tewas di sekolah kini dibantah oleh Wei.

"Mengingat jumlah total orang yang meninggal dalam gempa masih diperiksa, maka belum ada angka akhir korban pelajar," kata Wei, seperti dilaporkan Xinhua.

Dia menambahkan, daftar korban tewas mencakup nama, tempat tanggal lahir, tempat meninggal dan informasi pribadi lain.

Ini kali pertama pemerintah mengumumkan informasi terperinci semacam ini tentang korban meinggal, dan daftar tambahan akan diterbitkan, tambah Wei.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy