BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 19 November, 2008 - Published 09:33 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Masyarakat Kongo minta bantuan
 
Kongo
Pasukan PBB di Kongo dianggap tidak punya kekuatan
Kelompok-kelompok masyarakat di kawasan Timur Republik Demokratik Kongo menyampaikan permintaan agar pasukan Eropa dikirim untuk menghentikan kekerasan di sana.

Dalam sebuah pernyataan yang diumumkan Dewan Keamanan PBB dan para pemimpin internasional, sebanyak 44 kelompok masyarakat mengatakan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak punya kekuatan.

Dan mereka meminta agar pasukan Eropa yang dikerahkan secepat mungkin.

Wartawan BBC untuk kawasan Afrika, Mark Doyle, melaporkan kelompok masyarakat itu antara lain adalah organisasi perempuan dan gereja, yang amat dekat dengan suara masyarakat sebenarnya.

Mereka mengatakan telah menyaksikan kekerasan yang tidak pernah terlihat dalam sejarah sebelumnya karena para korban dieksekusi dengan cepat dan jenasah dibiarkan di jalanan.

Sekitar 250.000 orang dilaporkan mengungsi akibat bentrokan antara pasukan pemerintah dan pasukan pemberontak.

Mohon tolong kami

 Kami tidak tahu lagi santo yang mana yang sebaiknya kami doakan
 
Surat kelompok masyarakat Kongo

Karena perang yang berkepanjangan di Kongo, masyarakat umum Kongo biasanya tidak terdengar suaranya.

Namun dengan surat yang disampaikan kepada PBB, sebanyak 44 kelompok masyarakat mengatakan para pemberontak masuk dari rumah ke rumah dan memaksa anak-anak ikut beperang.

Sementara itu pasukan pemerintah membunuh warga maupun memperkosa perempuan yang melarikan diri dari kawasan yang dikuasai pemberontak.

"Kami tidak tahu lagi santo yang mana yang sebaiknya kami doakan," begitulah salah satu isi surat tersebut yang memperlihatkan keputus-asaan mereka.

Pasukan penjaga perdamaian PBB yang saat ini berada di lapangan, tulis surat itu, tidak punya kekuatan untuk menghentikan kekerasan dan tidak bisa lagi diandalkan untuk melindungi rakyat.

Dan jelas sekali, jika pasukan yang mampu dan efektif, amat diperlukan, tambah surat yang disampaikan kepada PBB tersebut.

"Mohon tolonglah kami dalam masa yang paling sulit ini," tutup surat tersebut.

Kongo
Sebanyak 250.000 orang mengungsi karena kekerasan

Pemberontak mundur

Sementara itu sumber-sumber PBB mengatakan ada bukti-bukti bahwa pasukan pemberontak sudah menarik mundur pasukan dari medan perang di Kanyabayonga.

Penarikan mundur itu sesuai dengan kesepakatan untuk menciptakan koridor kemanusian.

Koloner Jean Muhire, yang merupakan jurubicara pimpinan kelompok pemberontak, Jenderal Laurent Nkunda, mengatakan penarikan mundur itu untuk memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Selain itu, tambahnya, untuk memperlihatkan komitmen atas pembicaraan damai setelah pertemuan antara Nkunda dengan utusan khusus PBB, Olusegun Obasanjo.

Bagaimanapun sumber PBB yang tidak bersedia disebutkan namanya itu, mengatakan masih terlalu cepat untuk mengatakan kalau penarikan mundur itu sebagai langkah signifikan.

Saat ini terdapat 17.000 tentara dan polisi di Kongo, yang merupakan pengerahan pasukan PBB terbesar sejauh ini.

Perancis mengusulkan tambahan 3.000 pasukan lagi dan usulan itu akan diputuskan lewat voting pekan depan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy