|
Saham Bumi Resources turun
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sejak kembali diperdagangkan kembali pada awal November 2008, harga saham perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia,
PT Bumi Resources, terus menurun.
Dalam perdagangan hari Selasa (18/11) harga saham perusahaan milik kelompok usaha Bakrie tersebut dijual dengan harga Rp950 rupiah per lembar, harga terendah dalam setahun terakhir. Bulan Agustus harga saham perusahaan ini berada di posisi sekitar enam ribu rupiah dan terus turun. Awal bulan Oktober, saham Bumi Resources dihentikan perdagangannya oleh otoritas Bursa Efek Indonesia akibat harga yang turun terus. Saat itu harga saham masih berada di titik Rp2.715, dan dalam waktu sebulan harga saham perusahaan pengekspor batubara terbesar di dunia ini turun lebih dari 50 persen. Sentimen negatif terhadap saham BUMI makin membesar saat dalam paparan publik perusahaan Bakrie and Brothers hari Senin (17/11) terungkap perusahaan itu tidakmampu melunasi hutang repurchase agreement repo atau gadai sahamnya. Media di Indonesia melaporkan bahwa Bakrie and Brothers menyatakan gagal membayar utang sebesar 144,9 miliar untuk menebus gadai saham Bumi Resources dan Bakrie Sumatra Plantation.
Berdasarkan paparan publik Bakrie and Brothers, perusahaan ini meminjam dana dengan jaminan saham-saham perusahaan milik mereka, dan saham Bumi Resources paling banyak dijaminkan. Harian Ekonomi Kontan menulis total nilai utang dengan jaminan saham perusahaan ini mencapai 1,14 miliar dolar. Media di Indonesia juga melaporkan bahwa perusahaan milik keluarga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, ini berusaha menjual 35 persen saham Bumi dan saat ini konsorsium Northstar Pacific sedang melakukan proses uji tuntas terhadap perusahaan itu hingga akhir bulan. Northstar Pacific adalah anak perusahaan kelompok Texas Northstar di Indonesia dan media melaporkan perusahaan ini akan membeli saham Bumi dengan harga $1,3 milyar. Menurut pengamat pasar modal, David Sumual, harga saham bumi akan terus turun sebelum ada kejelasan status rencana penjualan saham perusahaan tersebut. "Kalau ada kejelasan siapa yang akan masuk, apakah Northstar yang akan membeli, kemudian apakah San Miguel juga akan masuk atau tidak. Juga ada kejelasan mengenai rencana buyback oleh perusahaan itu, dananya dari mana. Saat ini jumlah saham yang ingin dijual sangat besar dan selama masih over supply di market harganya akan terus tertekan," ujar David Sumual kepada radio BBC.
Sejumlah pejabat pemerintah sempat menyebut, saham Bumi akan dibeli oleh Badan Usaha milik negara, BUMN, dengan alasan menyelamatkan aset nasional. Alasan ini banyak dikritik, karena dianggap menganakemaskan kelompok usaha Bakrie. Pemerintah turun Wakil Presiden Yusuf Kalla, minggu lalu membantah tuduhan pemerintah memberi perlakuan berbeda kepada perusahaan ini. Yusuf Kalla mengatakan pemerintah memiliki kewajibam melindungi semua pengusaha nasional termasuk kelompok Bakrie. "Kalau ada pengusaha nasional yang ada kesulitan kita akan membantu dan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, Jepang pun seperti itu. Jaman dulu Astra dibantu, BCA dibantu. Masa Bakrie hanya untuk satu dua hari masa tidak boleh?" ujar Yusuf Kalla. Sementara pengamat ekonomi INDEF, Erani Yustika mengatakan, intervensi pemerintah dalam melindungi perusahaan nasional yang dilanda krisis harus memenuhi kriteria yang seharusnya telah ditentukan lebih dahulu. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||