|
Sistem tsunami diresmikan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Indonesia meresmikan sistem peringatan dini tsunami yang dirancang untuk membantu warga di kawasan pantai menyelematkan diri
sebelum tsunami menghantam daratan.
Sistem itu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Namun para ahli yang terlibat dalam membangun sistem itu mengakui kalau beberapa daerah Indonesia, termasuk Propinsi Nanggroe Aceh Darusalam, tidak mendapat perlindungan penuh. Proyek ini dibangun setelah tsunami dari Samudra Hindia yang menghantam Indonesia Tahun 2004, khususnya kawasan Aceh. Sekitar 250.000 orang tewas di Indonesia akibat bencana tsunami tersebut, yang juga melanda beberapa kawasan Asia lain, seperti Thailand, Sri Langka, dan India. Waktu tunda
Bagaimanapun Dr. Lauterjung, jurubicara pemerintah Jerman yang membantu progam, ini mengatakan pelampung yang bertanggung-jawab untuk mendeteksi perubahan di permukaan laut belum dipasang di perairan sekitar, Bali, Flores, dan kawasan utara Sumater, termasuk Aceh. Hal itu berarti akan ada waktu yang tertunda dalam memprediksi tsunami untuk kawasan-kawasan tertentu. Sementara itu Dr. Sri Woro, Kepada Badan Metereologi Indonesia, mengatakan masih ada masalah prasarana dalam jaringan sensor dan stasiun agar bisa bekerja sama dengan lancar. Acara Selasa 11 November yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menandai peresmian sistem peringatan dini yang diperkirakan akan beroperasi penuh Tahun 2010. Sejak tsunami dari Samudra Hindia 4 tahun lalu, Indonesia mengalami 2 tsunami lain di kawasan pantai Jawa dan Sumatera. Salah satunya, September tahun lalu, berhasil diprediksi dengan menggunakan sistem baru ini. Sistem baru ini mengandalkan 3 bagian, yaitu peringatan seismograf tentang gempa bumi yang mungkin akan memicu tsunami, pengawasan atas perubahan lapisan bumi lewat monitor, dan pelampung di laut dalam untuk mengukur level permukaan laut. Indonesia berada di titik pertempuan 3 lempeng tektonik dan hampir 60% dari kawasan pantainya menghadapi resiko tsunami. Sistem peringatan dini tsunami ini dibangun dengan bantuan negara asing, seperti Jerman, Jepang dan Cina. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||