|
Obama menang, saham Asia naik
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Saham-saham di Asia naik setelah senator Partai Demokrat, Barack Obama, terpilih sebagai presiden Amerika Serikat yang akan
datang.
Indeks Nikkei di Jepang pada penutupan perdagangan naik 4,4%, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 3,2% dan indeks utama Singapura naik lebih dari dua persen. Kenaikan itu terjadi setelah indeks Dow Jones naik 3,3% dipicu oleh harapan bahwa kepemimpinan baru akan membantu ekonomi Amerika menghadapi resesi. Diperkirakan Partai Demokrat akan mempercepat langkah-langkah ekonomi untuk mendongkrak ekonomi terbesar dunia tersebut. Dollar juga menguat karena berita ini. Satu ero sekarang seharga $1,2873 dari $1,5997 sebelumnya. Pounsterling jatuh menjadi $1,5866 dari $1,5997pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks utama Australia naik 2,9% Namun tidak semua bursa saham mengalami kenaikan. Indeks Sensex di India turun 2,8% dan di Eropa yang sudah mengalami kenaikan besar pada hari Selasa, juga turun. Indeks utama di London dan Paris turun sekitar 3%. Perubahan Harga-harga saham di New York naik hari Selasa ketika warga di Amerika Serikat memilih presiden baru. Indeks saham-saham industri Dow Jones mengalami kenaikan 305,5 poin pada saat penutupan menjadi 9.625,3. Doug Kass, pendiri dan presiden hedge fund Seabreeze Partners Management, mengatakan " Semakin jelas bahwa resesi kali ini akan sama dengan resesi-resesi sebelumnya dalam skala maupun waktunya." Rob Henderson, ketua ekonomi pasar Bank Nasional Australia di Sydney mengatakan:" Tidak mungkin negatif bagi pasar. Ini adalah pemilihan bagi perubahan dan harus menyuntikkan optimisme bahwa Amerika bisa merubah dirinya sendiri." Namun analis lainnya kurang optimis. Kircy Daley, penyusun strategi senior di Newedge Group in Hong Kong mengatakan: "Kenaikan tiba-tiba di Asia karena kemenangan Obama mungkin akan menciptakan peluang untuk menjual." Ia mengatakan dasar-dasar ekonomi Amerika "memburuk lebih cepat dari yang bisa ditoleransi pasar, dan kecil kemungkinan pemerintah Obama bisa menghindarkan Asia dari dampak penurunan ini." Ketika ekonomi Amerika melamban, perusahaan-perusahaan ekspor Asia terpukul berat. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||