BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 Oktober, 2008 - Published 10:22 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bursa di seluruh dunia anjlok
 
Pialang saham di bursa London
Kekhawatiran akan terjadinya resesi global menekan pasar saham di seluruh dunia
Saham-saham Eropa mengalami penurunan dalam awal perdagangan pagi ini, terpengaruh oleh penurunan tajam di Asia. Indeks Nikkei di bursa saham Tokyo tercatat turun hingga 11 persen.

Aksi jual yang terjadi secara global menghapus kenaikan yang tercatat dalam perdagangan Senin dan Selasa minggu ini, karena kekhawatiran mengenai resesi jauh lebih kuat daripada optimisme bahwa paket-paket penyelamatan bank yang dilakukan berbagai pemerintah.

Dalam awal perdagangan di bursa London, indeks 100 saham yang kapitalisasinya paling besar yaitu FTSE 100 turun 2,3 persen, sementara indeks CAC 40 di Paris dan indeks Dax di Frankfurt sama-sama turun 3,1 persen.

Hari Rabu kemarin, indeks Dow Jones di bursa saham Wall Street, New Yok turun hampir 8 persen pada penutupan perdagangan. Ini adalah penurunan yang terburuk dalam satu hari perdagangan.

  • Di Tokyo, indeks Nikkei 225 turun seribu poin atau 11,4 persen dan berakhir pada posisi 8458.
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 7,6% dan berakhir di posisi 14 ribu Indeks utama Australia turun 6,7%, sementara India turun 4%
  • Kekhawatiran akan terjadinya penurunan yang berlarut-larut juga menghantam harga patokan minyak mentah jenis US ligh, sweet untuk pengiriman bulan November, ke tingkat yang terendah dalam 14 bulan terakhir yaitu 71,64 dolar Amerika per barel.

Editor bisnis BBC, Robert Peston mengatakan, apa yang kita saksikan saat ini adalah keterbatasan yang bisa dicapai oleh paket-paket menyelamatkan sektor perbankan di seluruh dunia ketika tampaknya dunia sedang berada di ambang resesi ekonomi global.

Harga-harga saham yang dalam awal minggu ini melonjak tajam setelah berbagai pemerintah mengumumkankan rencana membantu sektor perbankan, tetapi kenaikan ini sekarang sudah menguap.

Para investor khawatir bahwa upaya-upaya untuk mengendalikan krisis perbankan, tidak akan cukup untuk mencegah terjadinya resesi.

Editor bisnis BBC, Robert Peston mengatakan, walaupun ada tindakan dari berbagai bank sentral untuk membantu sektor perbankan, bank-bank masih belum saling meminjam dana dengan suku bunga yang normal dibandingkan suku bunga yang resmi.

Fakta ini sangat mengkhawatirkan karena itu berarti bank-bank itu kemungkinan besar tidak meminjamkan dana ke satu sama lain dengan suku bunga yang terjangkau kepada dunia usaha dan perorangan.

Dampak nyata ekonomi

"Jelas ada panik jual di Tokyo tetapi sentimennya berbeda dengan minggu lalu," kata Takashi Ushio, kepala strategi investasi di Marusan Securities, seperti dikutip oleh kantor berita Reuters.

"Minggu lalu orang panik karena masalah sistem keuangan, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Tetapi sekarang, jelas masalah perekonomian yang riil."

Bursa Tokyo
Indeks utama di bursa Tokyo turun tajam

Yutaka Miura, ahli strategi senior di Shinko Securities mengatakan para investor sangat khawatir oleh turunnya nilai dari perdagangan eceran di Amerika yaitu sebesar 1,2 persen selama Agustus hingga September.

"Data ini jelas memastikan bahwa perekonomian Amerika memang melambat," kata Takashi Ushio kepada kantor berita AP.

Tidak ada keajaiban

Banyak investor sekarang yakin bahwa perekonomian Amerika, kalaupun belum mengalami resesi, saat ini sudah bergerak ke arah resesi.

Ben Bernanke, gubernur bank sentral Amerika atau Federal Reserve memperingatkan bahwa perekonomian Amerika sekarang menghadapi 'ancaman serius' dari krisis kredit.

Dalam pidatonya di New York, Bernanke mengatakan Amerika berhasil menghindar dari kesalahan yang menceburkan Amerika ke situasi seperti Depresi Besar tahun 1930-an.

Dia berjanji bahwa Federal Reserve akan melanjutkan upayanya memerangi krisis kredit. Tetapi dia memperingatkan, perekonomian Amerika perlu waktu untuk bisa sembuh.

"Keguncangan pasar keuangan dan tekanan pendanaan di perusahan-perusahaan keuangan secara serius mengancam pertumbuhan ekonomi," kata dia.

"Selama satu dekade terakhir memperlihatkan, pecahnya penggelembungan ini bisa sangat berbahaya dan gejala ini sangat mahal biayanya bagi perekonomian Amerika."

Para pemimpin G8, kelompok negara-negara industri, hari Rabu kemarin setuju untuk mengadakan KTT dengan negara-negara lain membahas reformasi keuangan global.

Di Brussels Rabu kemarin, para pemimpin Uni Eropa mendukung rencana untuk membantu sektor perbankan yang sudah disetujui sebelumnya oleh 15 negara anggota Uni Eropa yang memakai mata uang euro.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy