|
Brown desak Eurozone contoh Inggris
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menjelang sidang darurat pemimpin Eropa di Paris, Gordon Brown menjanjikan bahwa Inggris akan memimpin jalan keluar dari krisis
keuangan global.
Perdana menteri Inggris itu, dalam artikel di surat kabar the Sunday Mirror, mengatakan dia akan mendesak Eropa agar meniru rencana yang disiapkannya. Brown akan mengadakan pembicaraan dengan presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, sebelum pertemuan puncak para anggota pengguna mata uang ero (Eurozone). Pemimpin Partai Konservatif, David Cameron, mengatakan Brown harus membuat "rencana nyata untuk ekonomi nyata". 'Hancur' Kantor pedana menteri di Downing Street mengatakan Brown akan bertemu dengan Sarkozy bersama presiden Komisi Eropa dan gubernur Bank Sentral Eropa. Pembicaraan ini berlangsung setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa sistem keuangan dunia berada "di ambang kehancuran sistemik". Karena Inggris belum menggunakan ero, Brown tidak akan ikut dalam pertemuan para pemimpin zona ero namun jurubicara Downing Street mengatakan presiden Prancis mengundangnya untuk menghadiri sebagian dari pertemuan itu. Sarkozy mengatakan dia ingin memaksimumkan upaya para pemimpin Eropa dalam mengatasi krisis keuangan global, yang sejauh ini menyebabkan bursa saham di seluruh dunia turun tajam dan sejulah bank internasional jatuh bangkrut. Dalam artikelnya itu, Borwn mengatakan dia akan meminta para pemimpin Eropa supaya mencontoh paket penyelamatan ekonomi Inggris sebesar £500 miliar yang diumumkan pekan lalu. Ia juga menyuarakan peringatan dari Presiden AS George Bush setelah pertemuan G7 di Washington bahwa satu negara tidak boleh "menyikut negara lain" atau mencoba memencilkan diri di tengah kekacauan sekarang ini. "Bagi Eropa, taruhannya sangat tinggi dan sekarang ini adalah ujian bagi semua orang," katanya. "Tidak negara --yang terbesar sekalipun-- yang bisa lepas sendirian dalam keadaan seperti ini." Dia menambahkan bahwa "semangat Inggris yang tenang dan tegar" akan berarti bahwa meskipun krisis ini berawal di Amerika, "Inggris akan memimpin jalan untuk keluar". |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||