BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Oktober, 2008 - Published 08:41 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Nilai saham dunia turun tajam
 
Indeks saham Tokyo
Indeks Nikkei, Tokyo turun pada tingkat terendah dalam empat tahun ini
Nilai saham dunia anjlok setelah upaya penyelamatan bank pemerintah di Amerika dan Eropa gagal meredam melambatnya ekonomi global.

Indeks utama saham di London turun hingga 7,85 persen, terbesar sejak tahun 1987. Di Paris indkes Cac-40 mengalami penurunan terbesar sepanjang sejarah.

Di Wall Street untuk pertamakalinya sejak tahun 2004 indeks Dow Jones turun hingga dibawah angka 10 ribu.

Sebelumnya saham-saham di Asia juga anjlok.

Indeks Nikkei di Tokyo turun pada tingkat terendah dalam lebih empat tahun, turun lebih dari empat persen.

Indeks saham juga turun di Seoul, Korea Selatan. Nilai saham di Hong Kong, Shanghai dan Sydney turun lebih dari tiga persen.

Nilai mata uang juga rentan, dan terjadi penurunan besar atas mata uang euro, mata uang Korea Selatan, won dan dolar Australia terhadap mata uang Jepang, yen.

Turunnya nilai saham di Asia terjadi menyusul tertundanya keputusan paket penyelamatan di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Kanselir Jerman, Angela Merkel mengumumkan Jerman menjamin semua tabungan nasabah, selagi satu bank besar kesulitan bertahan.

Angela Merkel mengatakan pemerintah bekerja terus menerus untuk mengeluarkan paket penyelamatan baru bagi Hypo Real Estate.

Skala persoalan ini begitu besar sehingga Merkel sekarang berjanji bahwa semua tabungan nasabah dijamin aman.

Sebagai langkah untuk menenangkan masyarakat, dia mengatakan nasabah tidak perlu khawatir dengan simpanannya.

Minggu sore, pemerintah Jerman mengadakan pertemuan darurat di Berlin setelah konsorsium perbankan menarik pemberian kreditnya untuk Hypo Real Estate.

Wartawan BBC di Jerman, Tristana Moore, melaporkan paket penyelamatan awal sebesar £27 miliar itu jelas tidak cukup mengatasi persoalan yang ada.

Dalam acara jumpa pers, Kanselir Jerman mengatakan pemerintah bertekad menyelamatkan Hypo Real Estate untuk memulihkan stabilitas sistem perbankan Jerman.

"Hari ini pemerintan federal Jerman mengumumkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan persoalan satu instituasi keuangan menyebabkan persoalan bagi seluruh sistem keuangan dan oleh karena itu kami bekerja keras mendukung Hypo Real Estate," kata Merkel.

Hypo Real Estate adalah perusahaan kredit perumahan terbesar kedua di Jerman.

Sebelum pekan lalu, tidak banyak warga Jerman yang mendengar nama itu.

Namun dengan neraca sekitar £310 miliar, perusahaan tersebut merupakan pemain besar di pasar kredit properti.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy