BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Oktober, 2008 - Published 13:05 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Indonesia tak akan krisis: SBY
 
Indeks Nikkei, Tokyo
Indeks saham di Asia dan Eropa anjlok hari Senin
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan krisis keuangan global tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis keuangan seperti pada tahun 1997.

Menurut Presiden Yudhoyono faktor penyebab krisis sepuluh tahun lalu dan isu non ekonomi yang melatari kejadian tahun 1997, sekarang ini tidak terjadi.

Presiden menyatakan hal ini dalam sesi penutup sidang kabinet, yang dihadiri pula sejumlah pengusaha, serta pengamat ekonomi.

Sidang kabinet lengkap hari Senin digelar untuk menindaklanjuti rapat para menteri bidang ekonomi hari Minggu yang membahas upaya menanggulangi dampak krisis keuangan global.

Selain dihadiri para menteri, sejumlah pengusaha nasional dan pimpinan BUMN mengikuti pula rapat ini.

Usai rapat, dalam sesi penutup sidang kabinet itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan secara panjang lebar kesiapan pemerintah menghadapi dampak krisis global tersebut.

Presiden meminta masyarakat tidak panik karena krisis sekarang ini berbeda dengan krisis keuangan yang melanda Indonesia sepuluh tahun lalu.

Presiden Yudhoyono juga optimistis Indonesia dapat melalui kondisi sulit ini, dengan mengatakan pemerintah tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen.

Namun Presiden Yudhoyono menyatakan pemerintah akan melakukan langkah-langkah terhadap dampak dari krisis global tersebut, antara lain memperbaiki kebijakan investasi.

Indeks harga saham Asia anjlok hari Senin dan diikuti dengan turunnya indeks Eropa di awal perdagangan.

Sementara itu di Jakarta, bursa efek Indonesia mengalami penurunan besar yaitu 184 poin atau 10 persen dan ditutup pada posisi seribu 649 poin.

Mentri Keuangan Sri Mulyani mengatakan turunnya saham merupakan koreksi pasar atas kondisi yang berkembang selama masa libur Lebaran.

Untuk itu, Menkeu menegaskan, pemerintah akan tetap konsisten dan tidak akan terlalu reaktif yang akan membuat suasana menjadi tidak baik.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy