BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman   Versi cetak
Eropa atasi krisis keuangan
 
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy
Presiden Sarkozy membantah ingin menerapkan paket bantuan ala Amerika
Para pemimpin negara-negara Eropa yang perekonomiannya besar sepakat untuk bekerjasama membantu lembaga-lembaga keuangan yang mengalami kesulitan.

Namun setelah pembicaraan darurat di Paris, tidak ada pengumuman mengenai rencana penyelamatan besar-besaran seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

Pertemuan yang dipimpin oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy itu dihadiri oleh Inggris, Jerman dan Italia.

Wartawan BBC di Paris, Alisdair Sandford melaporkan seperti diperkirakan tidak ada dana penyelamatan berjumlah besar, namun para pemimpin Eropa berjanji untuk bekerja bersama guna mendukung bank-bank Eropa yang kesulitan.

Ketika berbicara setelah KTT selama tiga jam ini, Presiden Sarkozy mengatakan negara-negara Eropa akan bekerja dengan cara masing-masing, namun secara terkoordinasi.

Prancis sebelumnya menginginkan negara-negara Uni Eropa setuju untuk campur tangan jika dibutuhkan guna melindungi ban-bank eropa, namun dia membantah laporan-laporan yang mengatakan dia akan mengajukan rencana penyelamatan ala Amerika Serikat.

Perdana Menteri Prancis Francois Fillon - yang menggambarkan dunia "berada di ambang jurang" - mengatakan Prancis akan mengusulkan langkah-langkah untuk mencairkan kredit dan mengkoordinasikan strategi perekonomian.

Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet dan pimpinan kelompok menteri pertanian negara-negara Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, juga akan menghadiri pertemuan yang berlangsung empat jam itu.

Jerman dan Inggris skeptis

Jerman mengajukan penentangannya terhadap rencana penyelamatan terkoordinasi menjelang pertemuan dimulai.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown juga skeptis terhadap perlunya rencana penanganan bagi seluruh Uni Eropa.

Presiden Parlemen Eropa mengecam pertemuan puncak itu, dan memperingatkan bahwa para kepala negara empat perekonomian terbesar di Eropa tidak memiliki wewenang untuk memutuskan nasib seluruh Uni Eropa.

Seruan-seruan agar Eropa memiliki langkah penyelamatan muncul setelah lembaga keuangan, Bradford and Bingley diselamatkan oleh pemerintah Inggris, sementara bank Fortis di Belgia diselamatkan oleh paket bantuan pemerintah Belgia, Luxembourg dan Belanda.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy