http://www.bbc.com/indonesian/

11 September, 2008 - Published 14:52 GMT

Israel 'caplok lahan Palestina'

Suatu kelompok pembela HAM Israel menyatakan, Israel mencaplok ribuan hektar tanah di timur kawasan pemisah Israel dengan Palestina.

Kelompok itu, B'tselem menyatakan, tanah itu diambil dengan alasan untuk melindungi berbagai pemukiman Yahudi yang letaknya jauh didalam wilayah yang saat ini menjadi fokus perundingan mengenai negara Palestina yang akan dibentuk.

Dari Yerusalem, Wartawan BBC untuk Timur Tengah Tim Franks melaporkan, pemukiman-pemukiman Yahudi terletak di berbagai tempat di Tepi Barat.

Sebagian pemukiman itu terletak jauh di dalam kawasan pemisah yang dibangun Israel, zona pemisah yang letaknya di beberapa tempat sudah memasuki daerah timur garis gencatan senjata yang ditetapkan tahun 1949.

Kelompok pegiat HAM Israel, B'tselem mengatakan, penutupan tanah-tanah itu secara tidak resmi bagi warga Palestina, di sekitar tempat-tempat pemukiman Yahudi itu, sudah berlangsung selama 30 tahun.

Namun, yang terjadi akhir-akhir ini adalah, miltier Israel meresmikan perluasan pemukiman-pemukiman ini lewat area-area yang mereka sebut sebagai "area keamanan khusus", kata wartawan kami.

B'tselem memperhitungkan, wilayah itu sekarang luasnya lebih dari dua kali lipat wilayah pemukiman secara total.

Warga Palestina, yang walaupun menjadi pemilik separuh tanah itu, sekarang tidak mendapat akses ke tanah mereka.

Pihak berwenang Israel mengatakan langkah ini diambil untuk keamanan, untuk melindungi terhadap serangan-serangan Palestina, dan bahwa langkah ini hanya sementara.

Akan tetapi B'tselem menyatakan argumen tersebut hanya bagus untuk didengar, namun kenyataannya para pemukim Yahudi banyak yang pindah ke zona-zona pemisah keamanan.

B'tselem juga mengatakan, hal itu membuat tujuan untuk mendirikan negara Palestina di masa mendatang lebih sulit untuk dicapai.