08 September, 2008 - Published 14:55 GMT
Pasar keuangan di Eropa dan Asia naik drastis setelah pemerintah AS mengatakan mereka mengambil alih perusahaan kredit perumahan yang bermasalah, Freddie Mac dan Fannie Mae.
Para investor berharap upaya ini akan membangkitkan pasar perumahan di negara itu dan pada akhirnya membantu mengakhiri krisis kredit perumahan, kata para pengamat.
Di Wall Street, harga saham menguat 2% pada sesi awal perdagangan sementara sejumlah indeks di Eropa dan Asia terangkat sampai setidaknya 3%.
Presiden George W Bush mengatakan kedua perusahaan itu merupakan "resiko yang tidak dapat diterima" bagi perekonomian.
Upaya penyelamatan
Dalam sebuah langkah dramatis, Menteri Keuangan AS Henry Paulson mengumumkan rencana penyelamatan tersebut pada hari Minggu, sebelum pasar dibuka.
Freddie Mac dan Fannie Mae memberi pinjaman kepada bank pemberi kredit dan menjamin hampir separuh dari kredit perumahan yang macet di Amerika Serikat, dan mengalami kerugian miliaran dollar dalam krisis kredit ini.
Sebagian besar dari obligasi atau surat hutang itu dijual kepada bank-bank di Asia, yang belum lama ini mulai menarik investasi mereka.
Angka terbaru memperlihatkan bahwa sekitar 9% pemegang kredit perumahan di Amerika menunggak pembayaran atau tidak dapat membayar cicilan sehingga agunan yang mereka berikan terancam disita.
Paket bantuan dari pemerintah Federal AS itu senilai $200 miliar dan merupakan suntikan modal besar bagi kedua perusahaan raksasa penyedia kredit itu.
Namun kehancuran Freddie Mac dan Fannie Mae bisa semakin memperburuk krisis kredit perumahan di Amerika Serikat dan membuat harga rumah semakin anjlok.
Menurut sumber di Amerika Serikat, harga rumah di negara itu merosot dengan tingkat tahunan lebih dari 15% di daerah-daerah metropolitan, membuat banyak orang menghadapi ekuitas minus, di mana hutang konsumen lebih besar dari harga pasar rumah yang dibeli.
Saham menguat
Rencana bantuan itu meyakinkan para investor di seluruh dunia yang khawatir kehancuran kedua lembaga yang disponsori pemerintah itu memiliki dampak pada pasar keuangan dunia.
Di Wall Street, indeks Dow Jones naik 2,5% pada sesi perdagangan awal - yang merupakan angin segar setelah indeks terpuruk 4% pekan lalu.
Sementara di London, indeks FTSE 100 sempat terangkat 3,8%, setelah pekan lalu anjlok 7% yang merupakan penurunan terburuk dalam lebih dari enam tahun.
Indeks Dax-30 di Jerman menguat 3,3% dan Cac-40 di Prancis naik 4,6%.
Sementara di Asia, indeks Nikkei di Tokyo naik 3,4% pada penutupan pasar, dan indeks Hang Seng di Hong Kong terangkat 4%.
Kenaikan juga dialami indeks Straits Times di Singapura baik 4% dan Bursa Efek Indonesia menguat tipis 0,8%.