06 September, 2008 - Published 09:22 GMT
Hampir 500 jenasah ditemukan di kota pelabuhan Gonaives, Haiti, setelah banjir melanda yang diakibatkan Badai Hanna yang melanda kawasan itu.
Komisaris polisi Ernst Dorfeuille mengatakan 495 jenasah sudah ditemukan dan diperkirakan jumlah korban jiwa masih bertambah.
Kepada kantor berita Reuters, Ernst Dorfeuille memgatakan suasana kini sudah mulai tenang dan permukaan air mulai turun.
"Kami menemukan 495 jenasah dan sedikitnya ada 13 orang yang dinyatakan hilang sejauh ini," tuturnya.
Sementara itu sebuah kapal yang membawa 33 ton bantuan PBB telah tiba di Haiti Hari Jumat untuk membantu sekitar 600.000 warga yang berjuang menghadapi dampak Badai Hanna.
Badai Hanna kini mengarah ke Amerika Serikat, sementara Badai Ike mengancam kawasan Bahamas.
Pusat Badai Nasional Amerika memperkirakan Ike akan melintas dengan kecepatan hingga 185 km/jam dan masuk dalam kategori 3.
Diperkirakan badai itu akan melewati sekitar Pulau Turks dan Kaikos serta Bahamas Tenggara hari Sabtu malam atau Minggu pagi.
Dan saat itu Ike diramalkan sudah semakin kuat dan menjadi badai besar.
Pepohonan rubuh
![]() |
|
| Beberapa daerah tak terjangkau karena jalan raya terputus |
Sementara itu badai tropis Hanna menyebabkan kerusakan besar di pantai Carolina Utara dan Selatan, Amerika.
Peringatan badai sudah disampaikan kepada para warga yang tinggal di sepanjang pantai Atlantik, dari Georgia ke New Jersey.
Di Haiti, Badai Hanna menimbulkan kerusakan besar di kota pelabuhan Gonaives.
Badai Hanna sebenarnya belum memasuki kekuatan topan namun menyebabkan hujan lebat.
Perdana Menteri Minister Michele Pierre-Louis mengatakan pemerintahannya yang baru dibentuk sudah mengambil langkah-langkah untuk membantu para korban.
Badai Hanna menyebabkan hujan lebat selama 4 hari dan merubuhkan pepohonan serta menerbangkan atap seng.
Ribuan penduduk Gonaives mengungsi atau menunggu di atap rumah maupun teras untuk menghindar dari air.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk Haiti, Joel Boutrioe, mengatakan kepada BBC kesulitan untuk menyalurkan bantuan kepada ribuan orang yang membutuhkan.
Jalanan putus sehingga akses darat ke sejumlah daerah tertutup, sementara helikopter yang beroperasi terbatas.