|
Impor susu Cina belum dilarang
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemerintah Indonesia sejauh ini belum mengambil tindakan terhadap susu impor asal Cina, meski sejumlah negara di Asia Tenggara
sudah menutup keran impor.
Meski di Indonesia peredaran susu ini disinyalir tidak banyak, ada warga yang mulai khawatir. Kekhawatiran sebagian warga Jakarta ini sangat beralasan, karena susu bubuk formula buatan Cina itu dilaporkan terkontaminasi melamin atau bahan kimia yang digunakan dalam manufaktur plastik. Sejauh ini dilaporkan empat bayi meninggal dunia sementara ribuan lainnya jatuh sakit. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan Hongkong sudah menarik susu impor Cina ini. Namun laporan-laporan yang dikutip sejumlah media menyebutkan, susu asal Cina tersebut dapat diperoleh di sejumlah toko. Produk itu juga disebutkan dijual tanpa ada sertifikasi dari Departemen Kesehatan. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari hari ini mengatakan, pemerintah sejauh ini masih melacak apakah susu bubuk asal Cina yang tercemar bahan kimia industri melamin, itu beredar di Indonesia atau tidak. Apabila hasil penyelidikan yang melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM, itu nanti menemukan susu itu, menurut Siti Fadilah, pemerintah akan menarik peredaran. Departemen Perdagangan Indonesia dilaporkan belum memutuskan untuk menghentikan impor susu dari Cina. Menteri Perdagangan Marie L Pangestu mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mengatur soal larangan impor susu asal Cina tersebut. Alasannya, mereka masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM, sebelum melarang impor susu tersebut. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||