BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 17 September, 2008 - Published 08:44 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Korban susu bayi bertambah
 
Korban susu formula
Sementara warga marah, mereka melaporkan skandal itu dikabarkan ditahan
Lebih dari 6.200 bayi jatuh sakit setelah minum susu formula yang terbuat dari tepung yang terkontaminasi, menurut Menteri Kesehatan Cina Chen Zhu.

Angka itu lima kali lebih tinggi dari yang sebelumnya diumumkan.

Chen mengatakan bayi ketiga meninggal, dan merupakan korban terakhir dalam insiden yang terjadi di propinsi Zhejiang, di Cina timur.

Dua puluh dua merek susu bubuk ditemukan mengandung bahan beracun melamin, yang ditambahkan agar terlihat susu itu lebih tinggi kandungan proteinnya.

Chen mengatakan 6.244 bayi jatuh sakit dan mereka yang didiagnosis mengalami "gagal ginjal akut" meningkat menjadi 158.

Kemarahan penduduk

Pemerintah menetapkan kasus keracunan itu sebagai "level satu" dalam insiden keselamatan makanan dan membentuk tim darurat untuk menangani masalah ini.

Pemerintah Cina berupaya meyakinkan para orangtua bahwa mereka mengendalikan suasana, kata wartawan BBC di Beijing, James Reynolds.

Skandal ini memperburuk keyakinan terhadap keselamatan pangan di Cina dan banyak orangtua kawatir atas apa yang akan diberi untuk bayi mereka, tambahnya.

Penduduk yang marah mengungkapkan kemarahan mereka pada forum internet. Sejumlah laporan menyebutkan pemerintah berencana untuk meredam mereka yang mencoba melaporkan skandal itu.

Empat orang sejauh ini telah ditahan, dan diperkirakan akan banyak lagi penahanan. Dua puluh dua lainnya tengah diperiksa.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy