BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 September, 2008 - Published 11:21 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Rusia 'sepakat soal Georgia'
 
Presiden Sarkozy dan Presiden Medvedev
Sarkozy menengahi gencatan senjata antara Rusia dan Georgia
Rusia berjanji untuk menarik pasukannya dari wilayah Georgia - kecuali Abkhazia dan Ossetia Selatan - dalam waktu sebulan, kata Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang bertemu Sarkozy di Moskow, mengatakan penarikan pasukan akan dilakukan begitu 200 pemantau Uni Eropa dikerahkan di Ossetia Selatan.

Medvedev mengatakan dia juga membutuhkan jaminan bahwa Georgia tidak akan berusaha menggunakan kekerasan di kawasan itu lagi.

Namun dia tidak menyebut penarikan pasukan dari Ossetia Selatan dan Abkhazia.

Dan dia membela keputusan kontroversial Rusia untuk mengakhui kemerdekaan kedua wilayah yang memisahkan diri dari Georgia itu, dengan mengatakan langkah itu "tidak bisa dihindari".

Langkah-langkah lain yang diumumkan setelah pembicaraan, Rusia setuju untuk membongkat pos pemeriksaan di dekat kota pelabuhan Poti dalam waktu seminggu - tetapi hanya jika Georgia menandatangani perjanjian untuk tidak lagi menggunakan kekerasan terhadap Abkhazia.

Dan Medvedev mengatakan pembicaraan internasional tentang konflik itu akan digelar di Jenewa pada tanggal 15 Oktober.

Sarkozy dan Medvedev melakukan pembicaraan yang juga dihadiri oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Javier Solana dan kepala Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso.

Sarkozy mendesak Rusia agar menjalankan penuh rencana perdamaian yang dicapai untuk menghentikan pertempuran.

Dilaporkan ke PBB

Sementara itu pemerintah Georgia mengajukan klaim pelanggaran hak azazi manusia oleh Rusia kepada mahkamah tertinggi PBB.

RENCANA PERDAMAIAN
Kekerasan dihentikan
Semua aksi militer dihentikan
Akses bebas untuk bantuan kemanusiaan
Tentara Georgia kembali ke posisi permanen sebelumnya
Pasukan Rusia kembali ke posisi sebelum konflik
Pasukan penjaga perdamaian Rusia boleh mengambil "langkah keamanan tambahan" sampai "lembaga internasional" tiba
Pembicaraan internasional dilakukan tentang keamanan di Ossetia Selatan dan Abkhazia

Para hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag diminta untuk mengambil langkah-langkah darurat guna menghentikan apa yang oleh Georgia dikatakan sebagai kampanye pembersihan etnik oleh Rusia di kawasan Ossetia Selatan dan Abkhazia yang memecahkan diri.

Tentara Rusia tetap berada di dalam wilayah Georgia dan Ossetia Selatan setelah membalas upaya Georgia bulan lalu untuk menguasai kembali dua kawasan yang memisahkan diri tersebut.

Wartawan BBC Rupert Wingfield-Hayes, di Ossetia Selatan, mengatakan semua desa Georgia di bagian selatan perbatasan Rusia kini hancur.

Rumah, toko dan sekolah dijarah dan di satu desa, rumah warga Georgia dihancurkan oleh buldoser.

"Orang-orang Georgia adalah binatang," kata seorang wanita Ossetia. "Jangan sampai mereka kembali."

Tentara Rusia dikerahkan di Georgia dengan menggunakan tank dan artileri berat, dan tampaknya tidak berniat mundur seperti yang dituntut Eropa, kata wartawan kami.

Tujuan sulit

Presiden Sarkozy menginginkan pasukan Rusia ditarik mundur ke posisi awal mereka di Georgia.

Sarkozy, Solana dan Barroso juga diperkirakan akan mendesak pemerintah Rusia agar membantu upaya internasional untuk memantau perkembangan di lapangan.

Menteri Kehakiman Georgia Tina Burjaliani di Den Haag
Georgia ingin pengadilan PBB menindak Rusia

Setelah melakukan pembicaraan di Moskow, ketiga pejabat senior Eropa itu dijadwalkan akan berkunjung ke ibukota Georgia, Tbilisi, untuk menemui Presiden Mikhail Saakashvili.

Rusia mengatakan pihaknya menghormati rencana enam aksi yang disetujui pada akhir konflik. Namun, negara-negara Eropa tidak setuju.

Sebagian pemimpin Eropa sudah memperingatkan bahwa hubungan dengan Rusia "tidak bisa kembali seperti biasa" sebelum rencana perdamaian belum dijalankan penuh, dan Uni Eropa telah menunda pembicaraan tentang perjanjian kemitraan baru dengan Moskow.

Namun, di saat musim dingin mendekat, negara-negara Eropa tetap mengkonsumsi minyak dan gas dari Rusia seperti biasa.

Wartawan BBC Jonathan Marcus mengatakan pengakuan Rusia atas Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai negara-negara merdeka, dan keengganan Rusia untuk menerapkan penuh perjanjian yang dicapai, akan memiliki dampak besar pada hubungan Rusia dengan Uni Eropa.

Upaya Presiden Sarkozy untuk mencapai tujuannya di Moskow juga akan sulit, kata wartawan kami.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy