|
Silang pendapat Super Toy
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dihadapkan kontroversi bibit padi yang semula diklaim unggul dari jenis Super Toy HL2.
Kontroversi bibit padi yang semula diklaim unggul ini muncul setelah kegagalan panen di lahan seluas sekitar 100 hektar di Desa Grabag, Kabupaten Purworejo. Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meresmikan panen di daerah tersebut bulan April yang disebut-sebut sukses. Namun pengurus Himpunan Kerukunan Tani Purworejo Amin Sutaryo bibit super Toy HL 2 itu bukan bibit unggul. "Produktivitasnya rendah, dan umurnya jauh lebih panjang daripada yang biasa ditanam petani. Katanya sekali ditanam bisa dipanen tiga kali, tapi ternyata tidak, dan petani kecewa," kata Amin. Tetapi menurut Juru bicara Presiden, Andi Malarangeng kegagalan panen petani itu bukan disebabkan oleh faktor bibit padinya, tetapi pada faktor aplikasinya. Itulah sebabnya, kata Andi, Presiden Yudhoyono menolak tuduhan bahwa dirinya tidak bersikap hati-hati dalam meresmikan proyek penanaman benih padi tersebut. "Presiden datang karena diundang oleh bupati karena panen raya....bahwa benih unggul, apakah sukses ataupun kurang, terpulang pada aplikasi oleh penemu," kata Andi. Walaupun peluncuran dan panen perdana padi tersebut dihadiri Presiden Yudhyono, ternyata bibit padi yang disebut unggul itu masih dalam tahap penelitian oleh Departemen Pertanian. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Sutarto Ali Muso mengatakan sebelum dikomersialkan pemerintah harus melakukan uji multi lokasi, dan setelah dinilai tim akan memberi saran kepada pemerintah apakah bisa dilepas atau tidak. "Ini untuk melindungi petani. Itu seharusnya belum diperbolehkan," kata Sutarto. Presiden Yudhoyono menurut Andi Malarangeng telah meminta agar para penemu dan pemrakarsa proyek yang harus bertanggungjawab. Sebuah perusahaan yang mengajak petani untuk menanam Super Toy HL2 itu, menyatakan akan menyelesaikan kasus ini dalam tempo satu minggu. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||