28 Agustus, 2008 - Published 16:34 GMT
Pasukan keamanan Afghanistan mulai mengambilalih komando di ibukota, Kabul, dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO.
Dengan ini, operasi keamanan di ibukota akan dipimpin oleh tentara Afghanistan.
Ini adalah langkah simbolis dan berdampak kecil bagi tentara asing yang masih berpatroli di beberapa bagian kota.
ISAF ingin mengecilkan arti penyerahan wewenang itu karena khawatir kelompok perlawanan akan berusaha mengguncang proses ini.
Tak banyak berbeda
Presiden Hamid Karzai mengumumkan pada bulan Juni bahwa tanggungjawab atas keamanan ibukota akan diserahkan kepada pemerintah Afghanistan, namun belum ada upacara yang direncanakan bagi proses penyerahan itu, yang oleh kementerian pertahanan Afghanistan dikatakan akan memakan waktu beberapa hari.
Langkah ini simbolis saja untuk memperlihatkan kepercayaan pada pasukan keamanan Afghanistan.
Jumlah tentara Afghanistan dan internasional yang ditugaskan di jalan-jalan Kabul tidak akan banyak berbeda.
Terdapat lebih dari 60.000 tentara asing di Afghanistan dan satu program intensif akan dijalankan untuk melatih tentara Afghanistan yang berjumlah 80.000 mulai awal tahun 2009.
Upaya-upaya untuk melatih dan mempersenjatai Kepolisian Nasional Afghanistan masih macet, namun dana miliaran dollar diberikan kepada pasukan keamanan - sebuah investasi yang dihadarkan akan berujung pada penarikan pasukan internasional dari negara itu.