20 Agustus, 2008 - Published 18:46 GMT
Rusia telah mengeluarkan daftar baru mengenai jumlah korban dalam konflik di Georgia, dimana 133 orang dinyatakan tewas di Ossetia Selatan.
Angka ini lebih rendah dari yang dikatakan Rusia sebelumnya bahwa 1600 orang meninggal.
Pihak penuntut Rusia mengatakan mereka sudah mulai menyelidiki kasus tuduhan genosida atas Georgia, sementara Tblisi sudah mengeluarkan tuduhan pembasmian etnis yang dilakukan Moskow.
Langkah ini muncul di saat kelompok bantuan internasional pertama tiba di kawasan sejak pertempuran berlangsung.
Tujuh anggota dari Palang Merah Internasional (ICRC) termasuk seorang dokter, seorang ahli perlindungan sipil, dan dua petugas sanitasi dan air.
Konflik ini terjadi 7 Agustus ketika Georgia melancarkan serangan guna menguasai kembali daerah Ossetia Selatan, yang dikuasai oleh kelompok separatis dukungan Moskow.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh pasukan Rusia yang memasuki daerah Ossetia Selatan dan juga ke dalam wilayah Georgia lainnya.
Georgia mengatakan mereka melakukan penyerangan karena terus mendapatkan provokasi.
Kedua belah pihak terus saling menuduh melanggar perjanjian yang ditengahi oleh Uni Eropa akhir pekan lalu, dan para wartawan mengatakan belum ada pertanda adanya penarikan pasukan secara besar-besaran oleh Moskow.
Kerusakan besar
Setelah melakukan penyelidikan di Ossetia Selatan dan diantara para pengungsi yang melarikan diri ke Rusia, Moskow mengatakan sekarang sudah memiliki daftar nama 133 penduduk sipil yang tewas di Osetia Selatan.
Tim yang bekerja di propinsi yang ingin memisahkan diri tersebut mengumpulkan informasi dari sanak keluarga dan pejabat setempat.
Daftar itu termasuk jenasah yang ditemukan sendiri oleh tim penyidik dan informasi dari pemakaman kembali yang mereka hadiri.
Pihak penyidik melaporkan mereka menemukan banyak kuburan yang dibuat terburu-terburu di kebun belakang dan mengatakan masih belum jelas berapa yang meninggal sampai ribuan pengungsi pulang kembali ke rumah-rumah mereka.
Namun jumlah yang sejauh ini disebutkan berbeda jauh dengan pernyataan awal Moskow bahwa 1600 penduduk sipil tewas di Ossetia Selatan.
Kelompok hak asasi manusia, Human Right Watch mengatakan kepada BBC bahwa dalam penyelidikan mereka, menemukan yang tewas belasan orang, bukannya ribuan orang, walau mereka menemukan adanya penyerangan yang membabi buta dan kerusakan besar di daerah pemukiman di ibukota Osetia Selatan, Tskinvali.
Penyidik Rusia juga sedang menyelidiki apa penyebab tindak kekerasan ini dan mengatakan memiliki bukti bahwa serangan militer Rusia ke Tskinvali memang direncanakan dengan matang.
Rusia juga mengukuhkan bahwa 64 tentara Rusia tewas dan 300 orang terluka dalam konflik ini.