19 Agustus, 2008 - Published 09:12 GMT
Para menteri luar negeri Nato bersidang di Brussels guna membahas cara menanggapi aksi militer Rusia di Georgia.
Menjelang pertemuan, Menlu Amerika Condoleezza Rice mengatakan, Barat harus menghapus kemenangan strategis apa pun yang diraih Rusia dari serangan terhadap Georgia.
Pemerintah pusat Georgia di Tbilisi mengatakan, Rusia tidak menarik pasukan dari Georgia, namun Moskow membantah tuduhan itu.
Dalam perkembangan yang menadakan isyarat itikad baik, pasukan Rusia dan Georgia telah bertukar tawanan di sebuah pos pemeriksaan di dekat Tbilisi.
Pertukaran 15 serdadu Georgia dengan lima serdadu Rusia berlangsung di sebuah pos pemeriksaan di Igoeti, sekitar 30km dari Tbilisi, ibukota Georgia.
Wartawan BBC Helen Fawkes, dari lokasi, melihat, dua orang tentara Rusia yang terluka di bawah ke pos pemeriksaan tersebut dengan ambulans, kemudian diusung dengan tandu oleh serdadu Rusia ke dua helikopter Rusia.
Beberapa hari
Pertukaran berlangsung dengan orang yang tampaknya pejabat Georgia dihadiri wakil Palang Merah Internasional, kata wartawan kami.
Konflik pecah pada 7 Agustus ketika Georgia melancarkan serangan untuk merebut kendali atas Ossetia Selatan, kawasan separatis yang didukung Moskow, dan memicu serangan balik oleh militer Rusia yang menerobos hingga keluar dari Ossetia Selatan masuk ke jantung wilayah Georgia.
Gencatan senjata ditandatangani pada akhir pekan. Moskow berjanji untuk mulai menarik diri pasukannya hari Senin, tapi para wartawan mengatakan, tidak begitu terlihat tanda penairkan mundur dalam skala besar-besaran.
Para pejabat di Tbilisi mengatakan, belum ada bukti bahwa pasukan Rusia meninggalkan wilayah Georgia, tapi kementerian pertahanan Rusia mengatakan, penarikan telah dimulai dan akan rampung dalam waktu beberapa hari.