BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 28 Agustus, 2008 - Published 16:08 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
RI akan negosiasi gas Tangguh
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk tim negosiasi ulang kontrak harga jual gas sumur Tangguh ke Cina.

Tim tersebut akan dipimpin oleh Menko Perekonomian Sri Mulyani di bawa pengawasan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Keputusan ini diambil setelah pemerintah mendapat laporan audit BPK yang melaporkan adanya potensi kerugian negara dalam kontrak penjualan yang ditandatangani tahun 2002 itu.

Presiden Yudhoyono menjelaskan pemerintah Indonesia, melalui Wapres Jusuf Kalla telah bertemu Wapres Cina Xi Jinping pada pekan lalu, untuk menjelaskan niat pemerintah tersebut.

Kontrak penjualan gas tersebut dilakukan pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri, yang menurut Jusuf Kalla bisa merugikan negara sampai Rp75 triliun.

Menanggapi tuduhan itu Megawati Soekarnoputri mengatakan melalui media massa beberapa waktu lalu bahwa kontrak kerjasama yang dibuat tahun 2002 itu diputuskan dalam sidang kabinet, yang dia sebutkan dihadiri pula oleh Yudoyono dan Kalla, dua menteri di dalam kabinetnya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy