BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 28 Agustus, 2008 - Published 16:02 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
UE timbang sanksi bagi Rusia
 
Bendera Ossetia Selatan
Warga Ossetia Selatan merayakan pengakuan Rusia atas kemerdekaan kawasan itu
Para pemimpin Uni Eropa sedang mempertimbangkan sanksi "dan banyak langkah lainnya" bagi Rusia terkait krisis Georgia, kata Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner.

Namun dia mengatakan dia berharap masalah ini bisa "diselesaikan melalui perundingan".

Aksi militer Moskow di Georgia dan pengakuannya atas daerah-daerah yang memisahkan diri dari Georgia membuat Barat marah.

Pada pertemuan puncak penting, sekutu-sekutu Moskow di Asia tidak mengakui kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia namun Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan tindakan Rusia itu "dimengerti".

 Negara-negara anggota SCO menyatakan kekhawatiran mereka yang mendalam tentang ketegangan belakangan ini di seputar masalah Ossetia Selatan
 
Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO)

Ketika berbicara di KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), Presiden Medvedev mengatakan SCO memiliki posisi bersatu yang akan memilki "dampak internasional".

"Saya berharap ini akan menjadi sinyal serius bagi mereka yang berusaha mengubah hitam menjadi putih dan membiarkan agresi ini," kata Medvedev di ibukota Tajikistan, Dushanbe.

Namun, wartawan BBC Humphrey Hawksley di Moskow mengatakan pernyataan yang dihasilkan KTT itu tidak memberi dukungan bulat bagi Rusia.

SCO, yang beranggotakan Cina, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, Tajikistan dan Uzbekistan, memberi dukungan bagi "peran aktif" Rusia dalam menyelesaikan konflik di Georgia dengan "membantu perdamaian dan kerjasama di kawasan tersebut".

Namun pernyataan itu menambahkan: "Negara-negara anggota SCO menyatakan kekhawatiran mereka yang mendalam tentang ketegangan belakangan ini di seputar masalah Ossetia Selatan dan seruan agar masalah ini diselesaikan secara damai lewat dialog."

KTT darurat

Pada awal bulan ini Georgia berusaha merebut kembali dengan paksa kawasan Ossetia Selatan yang ingin memisahkan diri dan didukung Rusia setelah terjadi serangkaian bentrokan.

OSSETIA SELATAN & ABKHAZIA
Peta
OSSETIA SELATAN
Penduduk: Sekitar 70.000 (sebelum konflik)
Ibukota: Tskhinvali
Presiden: Eduard Kokoity
ABKHAZIA
Penduduk: Sekitar 250.000 (2003)
Ibukota: Sukhumi
Presiden: Sergei Bagapsh

Tentara Rusia akhirnya meluncurkan serangan balasan dan konflik berakhir dengan pengusiran tentara Georgia dari Ossetia Selatan dan Abkhazia serta dicapainya gencatan senjata yang ditengahi Uni Eropa.

Prancis meminta pada KTT Uni Eropa pada hari Senin agar hubungan dengan Rusia ditinjau kembali setelah Moskow menolak untuk menarik semua pasukannya dari Georgia sejalan dengan perjanjian gencatan senjata.

Kouchner mengatakan: "Sanksi tengah dipertimbangkan, dan banyak langkah lainnya."

Dalam pernyataan yang dikeluarkan kemudian, Kouchner menegaskan Prancis tidak menyusul sendiri proposal itu, namun sebagai presiden Uni Eropa saat ini, Prancis berusaha mencapai konsensus di antara 27 anggota jika sanksi akan dijatuhkan.

Menteri luar negeri Rusia menggambarkan pembicaraan tentang sanksi itu sebagai tanggapan emosional yang menunjukkan kebingungan Barat tentang masalah ini.

Sergei Lavrov mengatakan pembicaraan semacam itu adalah hasil dari "imajinasi yang buruk".

Menlu Prancis Kouchner kemudian menanggapinya dengan mengatakan: "Saya tidak salah di otak. Rusia saja yang agak khawatir."

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy