BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 24 Agustus, 2008 - Published 14:56 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Olimpiade Beijing berakhir
 
Pesta penutupan Olimpiade Beijing sama bagusnya dengan upacara pembukaan
Pesta penutupan Olimpiade Beijing sama bagusnya dengan upacara pembukaan
Olimpiade Beijing berakhir dengan pesta penutupan yang sama spektakulernya dengan pesta pembukaan dua minggu lalu.

Presiden Komite Olimpiade Internasional IOC Jacques Rogge mengatakan memberikan kesempatan kepada tuan rumah Cina untuk menjadi tuan rumah adalah tindakan yang tepat.

"Ini sudah melewati perjalanan panjang sejak keputusan kami di tahun 2001 memberikan Olimpiade kepada Cina. namun tidak diragukan lagi kami telah membuat keputusan tepat," kata Rogge dalam pidato penutupannya.

Meskipun di arena pertandingan, penyelenggaraan berlangsung sukses, namun IOC dituduh gagal memaksa Cina untuk memperbaik catatan hak asasi manusia dan kebebasan press.

"Kami pertama-tama adalah organisasi olahraga. IOC dan Olimpiade tidak bisa memaksa perubahan terhadap sebuah negara berdaulat, dan menyelesaikan semua masalah di dunia. Namun kami bisa memberikan sumbangan positif bagi perubahan lewat olahraga," tambah Rogge.

Menurut Rogge, Olimpiade juga membuka mata dunia untuk melihat ke dalam Cina.

"Dunia telah belajar mengenai Cina, dan Cina belajar mengenai dunia, dan saya percaya semua hal tersebut akan memberikan dampak yang positif."

Rogge mengakui bahwa tidak semua hal "sempurna" bagi akses media ke internet selama di Beijing, dan menyatakan keterkejutaannya bahwa tidak ada ijin yang diberikan bagi protes selama penyelenggaraan berlangsung.

Belasan rekor dunia

Dari arena pertandingan, Rogge mengatakan para atlet dari 87 negara berhasil mendapatkan medali, dan ini merupakan rekor baru.

Usain Bolt merebut tiga medali emas Olimpiade

Secara keseluruhan 40 rekor dunia dan 120 rekor Olimpiade berhasil dipecahkan.

Dia secara khusus memuji perenang Amerika Serikat Michael Phelps yang memenangkan delapan medali emas dan pelari Jamaika Usain Bolt sebagai "bintang" Olimpiade.

Rogge juga tetap membela komentarnya yang mengkritik Bolt yang tidak menunjukkan rasa hormat kepada pelari lain, setelah memenangkan 100 dan 200 meter, namun Rogge mengatakan itu hanya berupa nasehat seorang ayah.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy