BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 07 Agustus, 2008 - Published 11:49 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Musharraf hadapi impeachment
 
Pervez Musharraf
Musharraf mengatakan dia lebih memilih mundur dari pada terkena impeachment
Pemerintah koalisi di Pakistan mengatakan mereka akan memulai proses impeachment terhadap Presiden Pervez Musharraf.

Ketua dua partai terkuat di dalam koalisi, Asif Ali Zardari dan Nawaz Sharif menyampaikan pernyataan ini setelah melakukan pembicaraan selama tiga hari.

Mereka membutuhkan dukungan dua pertiga mayoritas untuk mengajukan impeachment.

Presiden Musharraf merebut kekuasaan dalam kudeta tidak berdarah pada tahun 1999.

Tahun lalu, dia melepaskan kendali atas militer, institusi paling berkuasa di Pakistan, dan sekutu-sekutunya kalah pada pemilihan umum bulan Februari 2008.

Presiden Musharraf sebelumnya mengatakan dia memilih untuk mundur dari pada terkena impeachment namun dia belum mengeluarkan komentar tentang perkembangan terbaru ini.

Para hakim yang dipecat

Asif Ali Zardari, ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) dan Nawaz Sharif, pemimpin PML-N, mengumumkan rencana impeachment tersebut pada sebuah jumpa pers bulan Islamabad.

LANGKAH IMPEACHMENT
Pengusul impeachment membutuhkan mayoritas 50% di Senat atau Majelis Nasional
Presiden diberitahu impeachment diajukan, dan punya tiga hari untuk menanggapinya
Sidang bersama Senat dan Majelis Nasional harus digelar antara 7 sampai 14 hari kemudian untuk menyelidi dakwaan
Jika resolusi diajukan, sidang bersama harus menyetujuinya dengan mayoritas dua pertiga

Zardari mengatakan: "Kami punya kabar baik bagi demokrasi. Koalisi yakin sangat penting untuk mengajukan impeachment terhadap Jenderal Musharraf."

Zardari, suami dari mantan perdana menteri Benazir Bhutto yang tewas dibunuh, mengecam kebijakan ekonomi Musharraf, dengan menambahkan: "Dia bertindak untuk melecehkan transisi ke demokrasi."

Dia juga memperingatkan Musharraf agar tidak membubarkan parlemen, dengan mengatakan: "Jika dia melakukan itu, ini akan menjadi putusan terakhirnya terhadap rakyat."

Sharif mengatakan: "Pakistan tidak bisa membiarkan demokrasi terbengkalai, ini bukan Pakistan yang sama dengan dulu pada tahun 1980-an dan 1990-an. Rakyat sekarang tidak akan menerima."

Kedua pemimpin itu mengatakan mereka juga akan mengajukan mosi tidak percaya di majelis nasional dan di empat provinsi.

Mereka juga berjanji akan memulihkan kembali para hakim yang dipecat ketika Musharraf menerapkan keadaan darurat, jika langkah impeachment berhasil.

Bagaimana hal itu akan ditindaklanjuti menyebabkan perpecahan mendalam di antara kedua partai yang berkoalisi tersebut sejak pemilihan.

Batal ke Olimpiade

Presiden Musharraf dijadwalkan untuk menghadiri upacara pembukaan Olimpiade di Beijing namun lawatan itu kini dibatalkan dan dia akan digantikan oleh
Perdana Menteri Yousef Raza Gilani.

 Pakistan tidak bisa membiarkan demokrasi terbengkalai
 
Nawaz Sharif

Musharraf terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan lima tahun bulan Oktober lalu dalam pemilihan parlemen yang kontroversial.

Satu sumber dari istana kepresidenan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Presiden Musharraf sedang membahas langkah yang akan diambil dan dia memiliki pilihan untuk membubarkan parlemen atau memberlakukan lagi keadaan darurat.

Wartawan BBC Mark Dummett di Islamabad mengatakan impeachment adalah hal yang baru dalam politik Pakistan, karena belum ada pemimpin negara itu yang menghadapinya.

Presiden Musharraf diduga masih punya pengaruh besar atas militer.

Bagaimana kalangan militer bereaksi atas upaya untuk menggulingkan Musharraf adalah hal sangat penting yang akan menentukan nasibnya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy