23 Juli, 2008 - Published 10:42 GMT
Serbia didesak untuk menangkap pemimpin militer semasa konflik Bosnia, Ratko Mladic setelah penangkapan Radovan Karadzic.
Utusan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, Zalmay Khalilzad, mengatakan Amerika menyambut baik penangkapan Karadzic dan berharap Jenderal Mladic akan segera menyusul.
Prancis mengatakan Uni Eropa ingin agar penangkapan lebih lanjut dilakukan.
Karadzic, yang dituduh melakukan genosidan dan kejahatan terhadap kemanusiaan, ditahan di ibukota Serbia, Beograd.
Pengacara Karadzic mengukuhkan dia akan melawan upaya untuk mengekstradisi kliennya ke mahkamah pengadilan perang PBB di Den Haag. Dia memiliki waktu tiga hari untuk mengajukan banding.
'Penjelajah spiritual'
Menteri Luar Negeri Serbia Vuk Jeremic mengatakan kepada BBC penangkapan Karadzic memperlihatkan bahwa negaranya memiliki komitmen kuat untuk menjadi anggota Uni Eropa.
Penangkapan Karadzic, 63 tahun, dan para terdakwa penjahat perang lainnya adalah salah satu persyaratan yang harus dipenuhi Serbia untuk menjadi anggota Uni Eropa.
Pemerintah baru Serbia yang ingin mendekatkan diri dengan Eropa mulai berkuasa sekitar dua minggu lalu.
Rincian lebih lanjut terungkap tentang kehidupan Karadzic sebagai ahli pengobatan alternatif bersama samaran Dragan Dabic selama buron.
Dia ditangkap di dalam sebuah bis di pinggiran ibukota Serbia, Beograd, setelah buron lebih dari 10 tahun.
Dengan menyamar sebagai ahli energi kuantum pada manusia, Karadzic sangat yakin dengan samarannya sampai berani memiliki situs internet dan membagikan kartu nama ketika memberi ceramah pengobatan alternatif.
Pada kartu namanya tertulis DD David, DD tampaknya singkatan dari nama samarannya, Dragan Dabic.
Dengan menyebut dirinya Dabic, Penjelajah Spiritual, Karadzic memberi ceramah yang membandingkan meditasi dengan teknik hening yang dipraktekkan oleh para rahib Ortodoks. Dia berbicara di Beograd pada bulan Mei, dan juga di kota Smederevo, di timur ibukota.
Wartawan BBC Nick Thorpe di Beograd mengatakan kota itu penuh dengan spekulasi bahwa dua pria yang masih ada di dalam daftar buronan pejahat perang - Jenderal Mladic dan Goran Hadzic, mantan politisi Serbia yang dicari karena melakukan "pembersihan etnik" di Kroasia, kemungkinan akan segera ditangkap.
Para pejabat intelijen Serbia sedang memburu Jenderal Mladic ketika menemukan Karadzic, kata kantor penuntutan kejahatan perang Serbia.
Tetapi berbeda dengan Karadzic, Jenderal Mladic memiliki hubungan erat dengan militer Serbia dan kemungkinan akan melakukan perlawanan, kata wartawan kami.
Kuasa Usara pada kedutaan besar Serbia di Washington, Vladimir Petrovic mengatakan kepada BBC penangkapan Karadzic memperlihatkan bahwa Serbia "sepenuhnya memiliki komitmen kepada hukum internasional dan kewajibannya".
"Serbia juga memiliki komitmen penuh untuk bergabung dengan Uni Eropa dan menurut saya ini adalah contoh Serbia sebagai negara Eropa modern," tambahnya.
Komisaris Perluasan Uni Eropa Olli Rehn mengatakan penangkapan itu membawa Serbia semakin dekat ke status calon anggota dan akan membuka jalan bagi hubungan dagang lebih erat.
Pada hari Selasa, Karadzic ditanyai olej seorang hakim Serbia yang memutuskan dia harus diekstradisi.
Menurut undang-undang kerjasama dengan Mahkamah Den Haag, tiga halangan harus dilalui sebelum Karadzic dikirim ke Den Haag.
Seorang hakim harus memutuskan semua kondisi untuk ekstradisi sudah dipenuhi. Karadzic harus diberi kesempatan untuk mengajukan banding dan sebuah komisi khusus pada pengadilan kejahatan perang harus mengeluarkan putusan terhadap banding tersebut. Keseluruhan proses itu bisa memakan waktu antara tiga sampai sembilan hari.
Karadzic didakwa oleh mahkamah PBB melakukan kejahatan perang dan genosida terkait perang di Bosnia pada pertengahan tahun 1990-an.