21 Juli, 2008 - Published 19:38 GMT
Presiden Robert Mugabe pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai telah menandatangani kesepakatan garis besar kerangka untuk membicarakan krisis politik Zimbabwe.
Kedua pemimpin yang direkam bersalaman dalam pertemuan di ibu kota Harare telibat pertikaian mengenai pemilihan presiden tahun ini.
Inilah pertemuan pertama dalam satu dasa warsa ini.
Tsvangirai melukiskan perjanjian itu sebagai "langkah tentatif pertama".
Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki membantu menjadi penengah kesepakatan itu.
Kesepakatan itu menyerukan pembahasan konstitusi baru, pembentukan "pemerintah bersama" dan mendesak dicegahnya kekerasan politik.
Wartawan BBC Jonah Fisher di Johannesburg kesepakatan itu memberikan prospek bahwa kesepakatan akhir akan ditandatangani dalam waktu dua minggu.
Namun dia menambahkan, adalah sulit mencapai kemajuan cepat dalam menyelesaikan masalah yang dibahas dan dokumen itu tidak menyebutkan masalah utama mengenai masa depan Mugabe atau merinci kemungkinan pengaturan pemerintah bersama.
Mugabe menegaskan, bahwa dia harus mengakui Presiden Zimbabwe - posisi yang ditolak oleh Gerakan bagi Perubahan Demokratis (MDC) yang beroposisi.
Pemimpin MDC Tsvangirai mengumpulkan suara lebih banyak dalam pemilihan presiden babak pertama bulan Maret namun pejabat komisi pemilu mengatakan tidak ada pemenang yang jelas dan menyerukan pemilu babak kedua.
Mugabe memenangkan pemilu putaran kedua namun dia satu-satunya kandidat setelah Tsvangirai mundur, menuduh pemerintah mendukung kampanye kekerasan terhadap para pendukungnya.
Langkah pertama
Tsvangirai mengatakan, penandatangan kesepakatan - peristiwa yang dilukiskan dia sebagai bersejarah - oleh dia dan Mugabe merupakan komitmen untuk "langkah tentatif pertama menuju pencarian solusi bagi sebuah negeri yang mengalami krisis".
Dia melanjutkan, "Kami komitmen untuk menjamin bahwa proses perundingan akan berhasil".
"Kami ingin meyakinkan bahwa setiap warga Zimbabwe merasa aman, kami ingin kemakmuran bersama bagi setiap orang dan kami ingin Zimbabwe yang lebih baik," katanya.
Tsvangirai mengakui bahwa banyak "perkataan keras" saling dilontarkan antara kedua pihak namun mengatakan, mereka semua harus toleransi dan bekerja sama jika menginginkan kemajuan.
Mugabe mengatakan, kedua pihak sepakat pada hari Minggu mengenai perlunya konstitusi negara itu diamandemen dalam sejumlah pasal.
"Kami duduk disini dalam memasuki cara baru interaksi politik," lanjutnya.
Dia juga memuji Mbeki untuk upaya mediasinya seraya menambahkan, "Kita harus melakukan hal ini sebagai orang Zimbabwe, sepenuhnya sebagai orang Zimbabwe dengan bantuan Afrika Selatan."