06 Juli, 2008 - Published 09:46 GMT
Harga pangan dan minyak dunia yang membumbung tinggi, perekonomian global yang tidak pasti, perubahan iklim dan krisis politik Zimbabwe menjadi sejumlah masalah besar yang sudah menunggu para pemimpin negara-negara industri maju G8 di Jepang.
Konferensi tingkat tinggi itu diadakan di sebuah tempat wisata yang memiliki lokasi terpencil di Pulau Hokkaido di Jepang Utara, dan dijaga ketat oleh 20.000 anggota polisi.
Para pengunjung rasa sudah berkumpul di sekitar tempat itu menjelang KTT tiga hari yang akan dimulai Senin.
Seorang pejabat Amerika mengatakan pertemuan itu tampaknya akan "mengecam keras" Presiden Zimbabwe Robert Mugabe berkenaan dengan hasil pemilihan presiden tahap kedua yang dipertikaikan.
Kelompok G8 terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.
Para pemimpin sudah mulai berdatangan hari Minggu. Presiden AS George W Bush sudah tiba dan merayakan ulang tahunnya yang ke 62 di Jepang.
Cina, India dan Afrika Selatan adalah sejumlah negara non anggota penting yang ikut hadir.
Jepang mengeluarkan dana terbesar untuk menjadi tuan rumah KTT ini dan mengerahkan sekitar 20.000 anggota kepolisian untuk mengisolasi lokasi pertemuan di tempat wisata terpencil di pinggir sebuah danay, Toyako.
Beberapa ribu pengunjuk rasa melakukan pawai di Sapporo, kota terdekat dari Toyako hari Sabtu.
Mereka menuntut agar para pemimpin negara-negara G8 segera mengambil tindakan mengenai pemanasan global, kemiskinan dan harga pangan yang meningkat.
Empat orang ditangkap karena terlibat bentrokan kecil dengan polisi.
Sebelumnya aksi-aksi unjuk rasa anti globalisasi yang mengandung kekerasan beberapa kali mengganggu pertemuan G8.
Sistem cadangan makanan
Tahun lalu para pejabat Jepang mengatakan KTT ini akan banyak membahas perubahan iklim dan akan mencapai kesepakatan sebuah kerangka pasca Kyoto untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, kata wartawan BBC Chris Hogg di Tokyo.
Perdana menteri Jepang Yasuo Fukuda mengatakan, dia ingin mendapatkan kesepakatan mengenai pengurangan gas rumah kaca secara keseluruhan sebesar 50% di tahun 2050.
Akan tetapi harga pangan dan minyak yang sangat tinggi serta dampaknya terhadap perekonomian global dan negara-negara termiskin dunia sekarang akan menjadi agenda pembicaraan. Cina, India dan sejumlah negara Afrika juga sudah diundang untuk hadir.
Kerusuhan terjadi di sejumlah negara akibat harga pangan yang menurut Bank Dunia naik dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Masalah penting lainnya adalah program nuklir Korea Utara.
Presiden Bush akan bertemu Fukuda ditengah kekhawatiran Jepang bahwa deklarasi aktivitas nuklir Korea Utara baru-baru ini akan menyebabkan Amerika menghapus Pyongyang dari daftar hitam negara pendukung teror.
Kekerasan di Zimbabwe
Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki akan menghadiri KTT itu, langsung setelah dia mengadakan pembicaraan krisis Zimbabwe hari Sabtu dengan Presiden Robert Mugabe mengenai hasil pemilihan presiden yang dipertikaikan.
Presiden Mbeki selama ini menjadi penengah utama urusan Zimbabwe di kawasan itu, dan sedang mencoba membujuk Mugabe agar membentuk pemerintahan persatuan nasional.
Partai oposisi utama, Gerakan Perubahan Demokratis menarik diri dari pemilihan presiden tahap kedua bulan lalu karena maraknya aksi kekerasan terhadap para pendukung mereka.
Dalam perjalanan menuju Jepang, seorang pejawab Gedung Putih mengatakan G8 akan "mengecam keras tindakan yang telah dilakukan Mugabe".