BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 24 Juli, 2008 - Published 09:05 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
AS coba selamatkan perumahan
 
Papan tanda rumah dijual
RUU diharapkan akan membantu pemilik rumah yang kesulitan
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat meloloskan rancangan undang-undang penting untuk menyelamatkan sektor perumahan yang bisa membantu pemilik rumah mendapat kredit pinjaman lebih murah.

Keputusan itu diloloskan setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden George W Bush mencabut ancamannya untuk memveto RUU tersebut.

Rancangan undang-undang itu kini diserahkan ke Senat untuk mendapat persetujuan sebelum dikukuhkan sebagai undang-undang.

Lebih dari satu juta penduduk Amerika Serikat kehilangan rumah mereka karena tidak bisa membayar pinjaman dalam krisis lredit terburuk sejak krisis ekonomi pada tahun 1930-an yang dikenal sebagai the Great Depression.

 Aspek positif dari RUU itu sekarang dibutuhkan untuk mendorong kepercayaan dan stabilitas pasar perumahan dan keuangan
 
Dana Perino
Jubir Gedung Putih

Presiden Bush berubah pikiran meski dia menentang rencana untuk memberi bantuan $3,9 miliar kepada masyarakat untuk membeli dan memperbaiki rumah mereka yang dibeslah.

Menurut paket bantuan itu, ratusan ribu pemilik rumah yang tidak mampu membayar kredit rumah mereka yang nilainya kini jatuh akan dapat membayar cicilan yang lebih rendah, berdasarkan suku bunga pinjaman tetap dengan bantuan Administrasi Perumahan Federal.

RUU itu akan mendirikan sistem perizinan nasional pertama bagi agen kredit perumahan dan badan-badan pemberi pinjaman lainnya.

Ini termasuk pembebasan pajak sampai $7.500 bagi orang-orang yang pertama kali membeli rumah, serta bantuan bagi perusahaan kredit perumahan Fannie Mae dan Freddie Mac.

Kemarahan Partai Republik

Wartawan BBC Michelle Fleury di New York mengatakan paket bantuan bagi Fannie Mae dan Freddie Mac menyoroti RUU kredit perumahan itu dibutuhkan dengan segera.

Mempertahankan kedua perusahaan kredit perumahan itu dianggap penting untuk menjaga pasar perumahan tetap sehat, karena keduanya memegang atau menjamin 50% dari seluruh kredit perumahan di Amerika Serikat.

Papan tanda rumah dijual
Ekonom memperkirakan penjualan rumah akan merosot

Tetapi para wartawan mengatakan rencana penyelamatan oleh pemerintah ini bisa menaikkan kewajiban para pembayar pajak di Amerika Serikat.

Pada awal pekan ini, Kantor Anggaran Kongres mengatakan paket bantuan itu bisa memakan biaya $100 miliar, meski mereka mengatakan kemungkinan besar biaya yang dikeluarkan adalah sekitar $25 miliar.

Banyak anggota Kongres dari Partai Republik menentang keras RUU itu, yang mereka katakan menyelamatkan pemilik rumah yang tidak bertanggungjawab dan badan pemberi kredit yang tidak bermoral.

Namun, dengan dukungan dari Gedung Putih, rencana itu diperkirakan akan diloloskan oleh Senat, kemungkinan pada hari Jumat atau Sabtu.

"Aspek positif dari RUU itu sekarang dibutuhkan untuk mendorong kepercayaan dan stabilitas pasar perumahan dan keuangan," kata juru bicara Gedung Putih, Dana Perino.

'Pesan keras'

RUU itu diloloskan dengan perbedaan 272 suara banding 152 suara.

Perusahaan kredit perumahan Fannie Mae
Penyelamatan Fannie Mae dan Freddie Mac dianggap penting

Menteri Keuangan AS Henry M Paulson dan para pembuat undang-undang baik dari Demokrat maupun Republik merundingkan kesepakatan akhir.

RUU itu memberi Departemen Keuangan wewenang untuk memperluas batas kredit Fannie Mae dan Freddie Mac, dan untuk membeli saham-saham kedua perusahaan itu jika dibutuhkan.

Paulson menyebut rancangan undang-undang itu "pesan keras kami kepada para investor" yang akan memegang peran penting dalam "membantu mengubah keadaan" dalam krisis perumahan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy