BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 23 Juli, 2008 - Published 09:39 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Menlu AS temui menlu Korut
 
Menlu AS Condoleezza Rice
Condoleezza Rice menyebut pertemuan itu 'konsultasi'
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice bertemu dengan mitranya dari Korea Utara, yang merupakan pertemuan pertama dalam empat tahun.

Pertemuan juga dihadiri oleh para menteri yang terlibat dalam pembicaraan enam pihak yang bertujuan melucuti persenjataan Korea Utara.

Cina menggambarkan pertemuan itu "sangat signifikan", namun Amerika Serikat mengatakan yang dilakukan adalah pertukaran pandangan informal.

Pertemuan itu dilakukan beberapa minggu setelah Pyongyang menyerahkan data tentang kegiatan nuklirnya.

Pembicaraan diperkirakan akan dipusatkan pada bagaimana Amerika Serikat dan negara-negara lain memeriksa kebenaran informasi tersebut.

Pada bulan Februari 2006, Korea Utara setuju untuk menghentikan program nuklirnya agar mendapat bantuan dan kemudahan diplomatik.

Namun kesepakatan itu menghadapi sejumlah halangan, dan para pejabat belum dapat mengatasi masalah yang paling sulit, seperti jumlah senjata nuklir yang dimiliki Pyongyang dan apa yang akan dilakukan terhadap senjata-senjata itu.

'Konsultasi'

Keenam menteri luar negeri yang terlibat dalam pembicaraan nuklir Korea Utara akan bertemu di sela-sela pertemuan tahunan ASEAN.

NUKLIR KOREA UTARA
Nuklir Korea
2002: Korut menarik diri dari perjanjian sebelumnya setelah dituduh AS memiliki program uranium rahasia
Okt 2006: Korut melakukan uji senjata nuklir pertama
Feb 2007: Korut setuju untuk menghentikan kegiatan nuklir agar mendapat bantuan
Jul 2007: Korut menutup reaktor nuklir Yongbyon dan membolehkan tim IAEA masuk
Des 2007: Korut tidak memenuhi batas waktu untuk menyerahkan deklarasi tentang kegiatan nuklirnya
Jun 2008: Korut menyerahkan rincian program nuklir; AS menyambutnya dengan hati-hati

Ini adalah pertemuan pertama antara para diplomat dari Jepang, Amerika Serikat, Cina, Rusia, Korea Utara dan Korea Selatan sejak pembicaraan nuklir dimulai para tahun 2003.

"Menurut saya ini akan sangat signifikan untuk memajukan pembicaraan enam pihak," kata Menteri Luar Negeri Cina Yang Jiechi.

Namun Doktor Rice mengecilkan arti pertemuan pertamanya dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Pak Ui-chun.

"Bagi saya ini bukan pertemuan bersejarah, sangat penting atau berdampak besar," kata Rice sebelum pembicaraan. "Menurut saya ini adalah pembicaraan konsultasi."

Namun menlu Amerika itu menambahkan, dia akan menyampaikan "pesan sangat keras" kepada Pak Ui-Chin bahwa pelucutan nuklir "harus diselesaikan, dan harus memenuhi protokol verifikasi yang bisa dipercaya".

Deklarasi itu, yang diserahkan Pyongyang bulan lalu, diperkirakan merincikan kegiatan produksi plutonium Korea Utara.

Namun dokumen itu diyakini tidak memuat isu-isu penting seperti dugaan program pengayaan uranium atau dugaan kerja sama nuklir dengan Suriah.

Amerika Serikat kini memberi Korea Utara dokumen empat halaman yang menjabarkan apa yang harus dilakukan Pyongyang untuk membuktikan pemerintah negara itu berterusterang tentang program nuklirnya.

Washington menuntut pemeriksaan menyeluruh pada fasilitas-fasilitas nuklir, pengambilan sampel tanah dan mendapat akses ke para ilmuwan penting, kata kantor berita Associated Press.

Tujuannya adalah mencapai kesepakatan tentang dokumen itu sebelum pertengahan bulan Agustus, kata perunding nuklir AS Christopher Hill.

Jika informasi itu dapat dikukuhkan - setelah proses yang diperkirakan memakan waktu beberapa bulan - keenam negara kemudian harus membahas tahap akhir perjanjian yang menetapkan Korea Utara harus menyerahkan semua materi nuklir yang dimilikinya dan mematikan fasilitas-fasilitas nuklirnya selamanya.

Wartawan BBC di Asia Tenggara Jonathan Head mengatakan kehadiran Condoleezza Rice di forum ASEAN menandakan perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Asia.

Untuk pertama kalinya Amerika menunjuk dutabesar tetap untuk ASEAN dan juga berencana menjalin hubungan militer tingkat rendah dengan Vietnam, Kamboja dan Laos, negara-negara bekas musuhnya yang dalam beberapa tahun belakangan banyak mendapat pengaruh dari Cina.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy