|
Paus bertemu korban
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Paus Benediktus XVI telah bertemu dengan korban kekerasan seksual anak yang melibatkan pastor Katolik dalam kunjungannya ke
Australia.
Jurubicara Kepausan, Pastor Frederico Lombardi, mengatakan Paus ingin memperlihatkan keprihatinannya atas penderitaan mereka. Namun salah satu kelompok korban utama, Broken Rites, menyatakan Paus tidak bertemu dengan para korban dan kembali mengungkapkan keluhan atas Gereja Katolik. Pertemuan Paus dengan 4 orang korban berlangsung 2 hari setelah Paus mengungkapkan permintaan maaf atas kekerasan seksual pastor Katolik di Sydney. "Berkaitan dengan kekerasan oleh pastor, Paus Benekditus XVI pada Hari Senin memimpin kebaktian dengan sekelompok perwakilan dari korban kekerasan seksual," kata Pastor Lombardi. Menutup kunjungan Paus
Paus yang berusia 81 tahun ini bertemu dengan 2 perempuan dan 2 pria yang menjadi korban kekerasan seksual di sebuah kapel di Katedral St. Mary, Sydney. "Paus mendengar cerita mereka dan menghibur mereka. Paus kemudian menenangkan mereka dan berjanji akan terus berdoa untuk mereka, untuk keluarga mereka, dan untuk semua korban," tambah Pastor Lombardi. Namun Broken Rites tidak diajak berbicara menjelang pertemuan Paus dengan para korban, yang tidak dijadwalkan itu. Jurubicara Broken Rites, Chris MacIsaac, mengatakan kepada wartaawan BBC, Nick Bryant, bahwa kelompok mereka merasa langkah Paus itu tidak mencerminkan rekonsiliasi. Sejumlah korban menuduh Gereja Katolik Australia mengelak dari pemberian ganti rugi dan berupaya menutu-nutupi kasus kekerasan seksual itu. Pertemuan dengan 4 korban kekerasan seksual ini mengakhiri kunjungan Paus selama 9 hari ke Australia, yang berlangsung bersamaan dengan pertemuan Pemuda Katolik Dunia di Sydney. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||