BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 21 Juli, 2008 - Published 22:48 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Karadzic ditangkap Serbia
 
Karadzic adalah salah satu tokoh yang paling dicari di dunia
Karadzic adalah salah satu tokoh yang paling dicari di dunia
Terdakwa pelaku kejahatan perang Bosnia, Radovan Karadzic, tertangkap setelah selama hampir 13 tahun hidup dalam pelarian.

Pengukuhan penahanan ini disampaikan lewat pernyataan dari Presiden Serbia Boris Tadic, yang mengatakan Karadzic ditahan oleh aparat keamanan Serbia, dan telah dibawa menghadap hakim di Beograd.

Mahkamah Kejahatan Internasional berusaha menangkap Karadzic sejak tahun 1995, bersama dengan mantan komandan militer Ratko Mladic yang sekarang masih bersembunyi.

Minggu lalu, pasukan penjaga perdamaian Uni Eropa menggerebek rumah istri Karadzic.

Pada waktu itu, Uni Eropa mengatakan operasi dimaksudkan untuk mengetahui hubungan Karadzic dengan keluarganya.

Penangkapan ini disambut baik oleh jaksa penuntut di Den Haag sebagai "sebuah terobosan besar."

"Saya mendapatkan informasi dari kolega kami di Beograd mengenai suksesnya operasi yang berakhir dengan ditangkapnya Radovan Karadzic," kata Serge Brammertz, kepala jaksa penuntut Mahkamah Kejahatan Perang untuk bekas Yugoslavia.

"Ini merupakan hari yang penting bagi korban yang telah menunggu begitu lama atas penahanan tersebut."

"Ini juga merupakan hari penting bagi keadilan internasional, karena ini menunjukkan bahwa tidak seorang pun yang berada di luar jangkauan hukum. Cepat atau lambat, semua pelarian akan bisa ditangkap diadili."

Bantahan Karadzic

Karadzic sendiri selalu membantah keterlibatan dalam tindak kejahatan perang sejak dia dituduh pertama kalinya, dan menolak mengakui keabsahan pengadilan PBB.

Radovan Karadzic dan Ratko Mladic
Radovan Karadzic dan Ratko Mladic sama-sama diburu mahkamah internasional

PBB mengatakan pasukan Karadzic membunuh sedikitnya 7500 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica di bulan Juli 1995 sebagai bagian dari usaha menteror dan melemahkan semangat penduduk Muslim Bosnia dan Kroasia Bosnia.

Dia juga didakwa menyerang Sarajevo, dan menggunakan 284 pasukan penjaga perdamaian PBB, sebagai tameng manusia di bulan Mei dan Juni 1995.

Setelah perjanjian Dayton yang mengakhiri perang Bosnia, mantan presiden itu bersembunyi.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy