BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 19 Juli, 2008 - Published 08:28 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pertemuan historis Iran-AS
 
Perundingan
William Burns (kanan) mengikuti perundingan dengan Saeed Jalili dari Iran.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat akan mengikuti pembicaraan internasional dengan Iran pertama kalinya mengenai program nuklir kontroversial.

William Burns akan bergabung dengan utusan dari Uni Eropa dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Mereka diperkirakan akan berunding dengan juru runding utama nuklir Iran, Saeed Jalili mengenai insentif bagi Iran untuk menangguhkan pengayaan uranium.

Kehadiran Burns dipandang sebagai pergeseran besar dalam kebijakan Amerika Serikat.

Amerika dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik sejak Revolusi Iran 1979 dan penyanderaan di kedutaan besar Amerika di Teheran.

Kontak formal antara kedua negara sangat terbatas meskipun tahun lalu mereka bertemu di tingkat duta besar untuk membahas keamanan Irak.

Langkah rujuk

Sejak tahun 2002 ketika Presiden George W Bush dalam kalimat masyhurnya menyebut Iran sebagai salah negara yang membentuk "poros jahat", pemerintahnya menegaskan tidak ada perundingan langsung kecuali Iran menangguhkan pengayaan uraniumnya yang dikatakan bisa menghasilkan senjata nuklir.

Iran menyatakan kegiatan nuklirnya hanya untuk tujuan sipil.

Para pejabat Amerika mengatakan, kehadiran Burns "dalam satu acara" dan dia berada di Jenewa tidak untuk berunding tetapi mendengarkan.

Dengan hanya enam bulan masa kepresidenannya, analis mengatakan Bush mengambil langkah lebih pragmatis.

Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice tampaknya menjelaskan sikap baru untuk rujuk dalam pidato hari Jumat.

Dia menegaskan lagi bahwa Iran "negara sulit dan berbahaya" sebelum menambahkan "Kami bersikap jelas setiap negara dapat mengubah kebijakannya".

Menjelang perundingan, Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki melukiskan sikap itu sebagai "positif dan konstruktif".

Pertemuan hari Sabtu bertujuan untuk mengetahui bagaimana Iran menanggapi penawaran Barat berupa insentif ekonomi bagi Teheran jika menangguhkan kegiatan nuklirnya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy