BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 18 Juli, 2008 - Published 22:31 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Landreform sentuh lahan negara
 
Raul Castro
Raul Castro menggantikan Fidel Castro di kursi pemimpin Kuba
Pemimpin Kuba, Raul Castro mengeluarkan satu dekrit presiden yang memberikan wewenang lahan-lahan milik negara disewakan kepada petani-petani swasta.

Wartawan BBC di Havana, Mike Voss melaporkan bahwa ide itu pertama kali diumumkan setahun lalu, tetapi krisis pangan dunia menambah tekanan agar ide itu segera dilaksanakan.

Raul Castro menganggap pengurangan impor makanan yang mahal harganya sebagai masalah keamanan nasional.

Meningkatkan produksi pertanian dipandang sebagai prioritas utama yang bisa dijadikan alasan kuat untuk mengalihkan lahan pertanian milik negara ke tangan swasta yang lebih efisien.

Dalam satu dekrit presiden yang dipublikasikan di koran partai Komunis, Granma, pemimpin Kuba i ni mengumumkan bahwa para petani swasta yang sudah terbukti produktif, bisa menyewa lahan sampai 40 hektar hingga 10 sampai 25 tahun dan perjanjian sewa itu bisa diperbaharui.

Mengakui peran perusahaan swasta secara terbatas adalah salah satu pembaharuan paling penting yang dilakukan Raul Castro sejauh ini.

'Tidak efisien'

Di bawah reformasi kepemilikan lahan yang dijalankan Fidel Castro setelah revolusi tahun 1959, beberapa warga Kuba diiizinkan menjalankan pertanian keluarga yang kecil, tetapi mayoritas sektor pertanian berada di tangan perusahaan milik negara.

Cara ini terbukti sangat tidak efisien, setengah dari lahan di Kuba terbengkalai dan saat ini, Kuba mengimpor setengah dari kebutuhannya.

Harga pangan dunia yang melonjak tajam, akan memaksa Kuba mengeluarkan dana ekstra 1 miliar dolar tahun ini.

Sejak mengambil alih jabatan presiden dari kakaknya yang sakit, yaitu Fidel Castro bulan Februari lalu, Raul sudah menandatangani perjanjian hak asasi manusia PBB dan mencabut batasan kepemilikan telfun seluler dan komputer.

Dia juga mengumumkan, para pekerja bisa mendapatan bonus kalau produktif, meninggalkan konsep egaliter bahwa semua orang harus mendapatkan penghasilan yang sama.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy