BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 Juli, 2008 - Published 20:37 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
G8 beri sanksi sekutu Mugabe
 
Sanksi khusus anggota pemerintahan Robert Mugabe.
Robert Mugabe
Para pemimpin G8 di Jepang menyatakan mereka akan mengusahakan sanksi terhadap pemerintahan Zimbabwe karena pemilu bulan lalu.

Seruan untuk sanksi keuangan dan lainnya terhadap individu-individu "yang bertanggung jawab atas kekarasan" di Zimbabwe menandai perubahan Rusia.

G8 juga menyerukan adanya utusan khusus Dewan Keamanan PBB untuk melaporkan situasi di Zimbabwe dan membantu mediasi disana.

Para pemimpin Afrika sebelumnya mengatakan kepada G8, mereka menentang sanksi terhadap Zimbabwe.

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, kepala juru runding mengenai Zimbabwe yang telah menyerukan dibentuknya pemerintah persatuan, dilaporkan mengatakan kepada para pemimpin G8 bahwa sanksi PBB bisa menyebabkan perang saudara.

Pemimpin Senega, Abdoulaye Wade, mengatakan kepada kantor berita AFP: "Saya katakan sanksi-sanksi itu tidak akan mengubah rejim".

Presiden Zimbabwe terpilih kembali dalam pemilu setelah kelompok oposisi Gerakan bagi Perubahan Demokratis (MDC) mundur dalam pemilihan presiden babak kedua karena kekerasan yang disponsori negara.

Kekerasan

Pernyataan para pemimpin G8 itu terjadi menyusul perubahan posisi Rusia yang sebelumnya menolak mendukung sanksi seperti itu.

Dalam pernyataan itu, para pemimpin G8 mengungkapkan "keprihatinan besar" mengenai situasi di Zimbabwe dan mendesak pemerintah untuk "bekerja sama dengan oposisi guna mencapai penyelesaian yang cepat dan damai krisis ini.

Mereka menyatakan "tidak menerima legitimasi pemerintah yang tidak mencerminkan aspirasi rakyat Zimbabwe."

G8 akan bekerja sama dengan Uni Afrika, Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan, PBB dan lembaga lainnya serta mendesak penunjukkan utusan khusus PBB untuk meningkatkan mediasi regional.

"Kami akan mengambil langkah lebih lanjut melalui pemberlakukan langkah finansial dan kebijakan lainnya terhadap individu-individu yang terlibat kekerasan," kata pernyataan itu.

Langkah itu diambil meskipun penentangan dari beberapa pemimpin Afrika termasuk Mbeki, kata wartawan BBC James Robbins di Hokkaido, Jepang.

Dengan seruan perlunya utusan PBB dilibatkan dalam proses mediasi, pemimpin G8 dengan jelas menegaskan upaya Mbeki tidak cukup.

Rancangan Sanksi PBB untuk Zimbabwe
Robert Mugabe, Presiden
Constantine Chiwenga, Panglima Angkatan Bersenjata
Emmerson Mnangagwa, Menteri Perumahaan Pedesaan
Gideon Gono, Gubernur Bank Sentral
Augustine Chihuri, Kepala Polisi
Patrick Chinamasa, Menteri Pertahanan
Perence Shiri, Panglima Angkatan Udara
David Parirenyatwa, Menteri Kesehatan
Didymus Mutasa, Menteri Keamanan dan Pertanahan
George Charamba, Juru bicara presiden
Paradzi Zimondi, kepala penjara
Happyton Bonyongwe, kepala organisasi intelejen pusat.

Mbeki sekarang tampaknya harus bekerja sama dengan PBB dalam upaya menjamin bahwa pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai memiliki peran penting dalam pemerintahan mendatang.

Sejumlah diplomat mengatakan, paket sanksi itu akan diajukan ke PBB akhir pekan ini dan Rusia tidak akan menentang kebijakan itu, kata wartawan BBC.

Amerika dan Inggris yang bekas penguasa kolonial Zimbabwe, telah mendorong 15 anggota Dewan Keamanan PBB memperketat sanksi terbatas pekan ini.

Dalam pertemuan puncak G8, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan, "In adalah pernyataan yang paling keras."

"Pernyataan ini menunjukkan suara bulat masyarakat internasional, mencerminkan kemarahan yang dirasakan masyarakat terhadap kekerasan, intimidasi dan pemegang kekuasaan tidak sah pemerintahan Mugabe."

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy