BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Juli, 2008 - Published 11:18 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bush 'prihatin' soal Korut
 
George Bush
George berbicara kepada wartawan menjelang KTT G8 di Hokkaido
Presiden Amerika George W Bush mengatakan, dia tetap khawatir mengenai dugaan program pengayaan uranium Korea Utara dan sejumlah masalah keamanan lain.

Namun, berbicara setelah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda menjelang dimulainya KTT G8 di Jepang hari Senin, Bush mengakui Korea Utara sudah menjawab sejumlah kekhawatiran.

KTT G8 akan diadakan di sebuah tempat wisata di Pulau Hokkaido di kawasan utara Jepang.

Korea Utara sudah menyerahkan daftar panjang yang selama ini tertunda mengenai kegiatan nuklirnya kepada Washington tanggal 26 Juni, namun negara itu diperkirakan tidak memberi rincian mengenai pengayaan uranium, yang disangkal oleh Korea Utara.

"Korea Utara sudah menyerahkan deklarasi kegiatannya yang berhubungan dengan plutonium dan sudah meledakkan menara pendingin di reaktor nuklir Yongbyon," kata Bush di lokasi KTT itu, di Tokayo.

"Hal ini sudah dipastikan dan merupakan langkah positif, namun masih ada langkah lain yang harus diambil."

"Kami khawatir mengenai pengayaan dan proliferasi uranium, pelanggaran HAM dan program misil balistik," tambah Bush.

Bush juga berjanji PM Jepang Fukuda bahwa dia "tidak akan mengabaikan" pertanyaan Jepang mengenai sejumlah warganya yang diduga diculik oleh Korea Selatan untuk membantu melatih para mata-mata Korea Utara.

Ketika ditanya oleh wargtawan mengenai perekonomian Amerika yang memburuk, pemimpin Amerika itu dia memiliki komitmen untuk menguatkan mata uang dolar.

"Perekonomian kami tidak tumbuh sepesat yang kami inginkan.... "katanya.

"Amerika Serikat percaya kepada kebijakan dolar yang kuat dan yakin kekuatan perekonomian kami akan tercemin pada mata uang dolar."

Dalam jumpa pers itu, PM Jepang juga mengatakan dia akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Beijing, yang tidak akan dihadiri sejumlah pemimpin negara lain karena kekhawatiran mengenai catatan HAM Cina.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy