BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 05 Juli, 2008 - Published 10:34 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Kabinet Lebanon 'terbentuk'
 
Pendukung Hizbullah
Hizbullah dilaporkan akan mendapatkan dua kursi kabinet
Lebanon dilaporkan segera mengumumkan susunan pemerintah yang baru, setelah terjadi kebuntuan politik selama berbulan-bulan.

Terobosan ini, jika memang ada, mengakhiri silang pendapat selama beberapa pekan tentang sejumlah kursi kabinet, yang diperebutkan koalisi mayoritas pro-Barat dan oposisi yang dipimpin Hizbullah.

Kesepakatan susunan pemerintah Lebanon ini dilaporkan dimediasi oleh pemerintah Qatar.

Para wartawan mengatakan banyak pihak yang menyatakan optimisme, hanya beberapa pekan setelah Lebanon sepertinya di ambang perang saudara.

Mei lalu kerusuhan terjadi di jalan-jalan di Beirut setelah pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk melemahkan kekuatan Hizbullah. Sekitar 65 orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

Kebijakan tersebut telah dicabut dan setelah diadakan perundingan yang dipimpin oleh Qatar, kedua pihak setuju membentuk pemerintah persatuan.

Beberapa hari setelah kesepakatan ini dicapai parlement memilih presiden yang baru, Michel Suleiman.

Pembicaraan sensitif

Menurut sumber-sumber di kedua belah pihak, susunan kabinet yang baru bisa diumumkan dalam beberapa jam ke depan.

Sumber-sumber ini kepada kantor berita Reuters mengatakan akan ada dua menteri dari Hizbullah, sembilan menteri dari Syiah, Druze, dan aliansi Kristen.

Sebelas kursi kabinet, berdasarkan sistem politik Lebanon yang kompleks, bisa menghadang keputusan yang ditelurkan oleh dewan kabinet yang beranggotakan 30 orang.

Koalisi yang memerintah akan mendapatkan 16 kursi sementara sisanya akan diisi oleh figur pilihan presiden.

Diperkirakan Presiden Suleiman akan memilih sendiri menteri dalam negeri dan menteri pertahanan.

Ia kemudian akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin faksi-faksi yang bertikai untuk mencari jalan keluar atas berbagai masalah sensitif seperti tentara gerilyawan Hizbullah.

Hizbullah beralasan mereka perlu untuk tetap memiliki senjata guna menangkal ancaman dari Israel.

Pihak yang tidak setuju berpendapat soal ancaman dari Israel ini semestinya menjadi urusan tentara pemerintah Lebanon.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy